DPRD Balikpapan Soroti Progres Proyek Pendidikan dan Kesehatan yang Capai di Atas 60 Persen

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Menjelang akhir tahun anggaran 2025, pembangunan di Kota Balikpapan menunjukkan tren positif. Dua sektor utama—pendidikan dan kesehatan—menjadi fokus perhatian Komisi IV DPRD Balikpapan. Mayoritas proyek fisik di dua bidang tersebut dinilai berjalan sesuai rencana.

Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, mengatakan progres pembangunan fasilitas pendidikan hingga awal November telah menembus lebih dari 70 persen. Menurutnya, capaian itu menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam memenuhi kebutuhan ruang belajar yang layak bagi pelajar.

“Hasil pemantauan kami menunjukkan sebagian besar proyek pendidikan berjalan lancar. Progresnya sudah melampaui 70 persen, dan kami optimistis bisa tuntas sebelum tutup tahun,” ujar Gasali, Senin (3/11/2025).

Ia menambahkan, tidak ada kendala besar yang menghambat pengerjaan proyek di lapangan. Para kontraktor disebut bekerja sesuai jadwal, menjaga mutu, dan mengikuti ketentuan kontrak.

“Kami selalu mengingatkan penyedia jasa agar memprioritaskan kualitas dan ketepatan waktu, karena hasilnya nanti langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Gasali menilai peningkatan fasilitas pendidikan sangat penting, mengingat jumlah siswa di Balikpapan terus meningkat setiap tahun. Ia berharap pembangunan sekolah baru dapat mengatasi persoalan keterbatasan ruang belajar saat penerimaan peserta didik baru tahun depan.

“Kalau proyek selesai tepat waktu, daya tampung sekolah bisa lebih seimbang. Harapannya tidak ada lagi keluhan kekurangan ruang belajar,” tuturnya.

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga menunjukkan perkembangan serupa. Berdasarkan laporan Komisi IV, pembangunan berbagai fasilitas kesehatan telah mencapai sekitar 63 persen. Proyek tersebut meliputi peningkatan layanan puskesmas, pembangunan gedung tambahan, hingga penyediaan sarana penunjang medis di beberapa wilayah.

“Kami mendorong agar proyek kesehatan tak hanya mengejar target waktu, tapi juga memastikan standar kualitas terpenuhi,” tegasnya.

Komisi IV terus melakukan kunjungan lapangan dan inspeksi mendadak untuk memastikan setiap proyek sesuai spesifikasi. Kegiatan itu sekaligus menjadi bentuk dukungan bagi para pelaksana agar tetap disiplin dan menjaga komitmen.

“Pembangunan bukan sekadar angka capaian, tapi tentang manfaat nyata bagi masyarakat. Balikpapan butuh fasilitas publik yang tangguh dan berkualitas,” pungkas Gasali. (Adv/DPRD/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *