GARVI.ID, BALIKPAPAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Japar Sidik, menyoroti tertundanya pembangunan sejumlah fasilitas dasar di kawasan wisata pantai, terutama proyek ground water tank yang dianggap penting untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Menurutnya, keberadaan tangki air bawah tanah merupakan infrastruktur vital yang berperan menjaga kualitas pelayanan publik di destinasi wisata, terutama di Pantai Manggar yang menjadi tujuan favorit masyarakat setiap akhir pekan.
“Sebenarnya sudah diajukan untuk ground water tank, tetapi karena adanya pemangkasan dan penyesuaian anggaran, empat unit yang direncanakan belum bisa terealisasi,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Balikpapan, Selasa (11/11/2025).
Japar menilai, meningkatnya jumlah wisatawan harus diimbangi dengan penyediaan sarana dasar yang memadai agar mutu layanan publik tidak menurun. Ia menekankan pentingnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas umum di destinasi wisata utama.
“Pantai Manggar ini kan selalu ramai, jadi jangan sampai kualitas pelayanannya menurun karena kekurangan fasilitas dasar. Ini harus jadi perhatian serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, Japar menjelaskan bahwa pemangkasan sekitar Rp1,3 triliun dari total APBD 2025 memang menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Balikpapan. Meski begitu, ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Anggaran memang dipotong cukup besar, hampir sepertiga APBD. Jadi kalau ada program tertunda itu wajar. Tapi kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti fasilitas wisata dan layanan publik, tetap harus diprioritaskan,” jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, DPRD tetap mendorong agar sektor pariwisata tidak terabaikan. Menurutnya, pariwisata memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja.
“Harapannya, pemerintah tetap memberi perhatian khusus pada sektor pariwisata dan pelayanan publik. Infrastruktur dasar harus terus dijalankan supaya roda ekonomi wisata tetap berputar,” ujarnya.
Japar menegaskan, keseimbangan antara efisiensi anggaran dan keberlanjutan pembangunan perlu dijaga. Dengan begitu, sektor pariwisata Balikpapan dapat terus berkembang dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (Adv/DPRD/Bpp)







