ISPA Masih Jadi Kasus Tertinggi di Karang Jati, Namun Angka Tetap Terkendali

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Karang Jati. Meski demikian, pihak puskesmas memastikan kondisi tersebut masih dalam batas normal dan tidak menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan.

Kepala Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayuh Anggraini MARS, menjelaskan bahwa tingginya kasus ISPA di wilayah tersebut cenderung dipengaruhi faktor cuaca dan kualitas udara. Namun data kumulatif menunjukkan situasinya masih stabil.

“Memang ISPA menempati urutan pertama dalam sepuluh penyakit terbanyak di Karang Jati, tapi angkanya masih dalam batas normal. Tidak ada kondisi yang perlu dikhawatirkan,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).

Ia menambahkan, penanganan kasus ISPA dilakukan sesuai standar medis. Pasien dengan gejala yang berasal dari infeksi virus mendapatkan obat simptomatis seperti obat batuk dan pilek. Sementara itu, kasus yang dicurigai melibatkan infeksi bakteri diberikan antibiotik sesuai indikasi dokter.

“Jika ada gejala yang mengarah ke virus, kita berikan terapi simptomatis. Sebaliknya, jika ditemukan indikasi bakteri, baru kami berikan antibiotik. Semua tetap berdasarkan pemeriksaan dokter,” jelasnya.

Selain itu, puskesmas juga menerapkan pemeriksaan lanjutan untuk kasus tertentu yang memiliki gejala berkepanjangan. “Kalau pasien mengalami batuk lebih dari seminggu, kami lakukan pemeriksaan dahak untuk memastikan tidak ada kecurigaan TBC,” tambah dr. Niken.

Hingga saat ini, tidak ada kasus ISPA di Karang Jati yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit. Seluruh kasus masih tergolong ringan dan dapat ditangani langsung oleh puskesmas. Rujukan hanya dilakukan jika ada balita yang menunjukkan tanda pneumonia, namun kondisi tersebut jarang terjadi.

“Sejauh ini semua masih bisa ditangani di puskesmas. Kalaupun ada balita dengan pneumonia, kasusnya juga ringan dan jarang ditemukan,” kata dr. Niken menegaskan.

Puskesmas Karang Jati terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama di musim pancaroba. Pola hidup bersih, menghindari paparan asap, menjaga ventilasi rumah, dan memperbanyak konsumsi air menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mencegah penularan ISPA. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *