Kasus Hipertensi dan Diabetes pada Usia Muda Meningkat, Puskesmas Karang Rejo Perluas Edukasi Gaya Hidup Sehat

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Tren penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes menunjukkan peningkatan pada usia muda di wilayah Karang Rejo. Data Puskesmas Karang Rejo mencatat bahwa dua penyakit tersebut kini menduduki posisi kedua dan ketiga tertinggi setelah infeksi saluran pernapasan.

Dokter Umum Puskesmas Karang Rejo, dr. Ivan Garibaldi, mengatakan pergeseran ini menjadi perhatian karena sebelumnya kedua penyakit itu lebih banyak ditemukan pada kelompok lansia.

“Sekarang justru banyak ditemukan pada usia produktif. Ini yang harus kami tekan sejak dini,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).

Menurutnya, faktor penyebab yang paling dominan adalah gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurang bergerak, pola makan tinggi gula, serta kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji. Faktor keturunan juga menjadi salah satu pemicu, meski dapat ditekan melalui pola hidup sehat.

“Kalau ada riwayat keluarga, risikonya naik. Tapi gaya hidup tetap faktor utama,” jelasnya.

Untuk mencegah peningkatan kasus, puskesmas memperkuat program edukasi kepada keluarga muda melalui penyuluhan langsung, kunjungan rumah, hingga kegiatan posyandu. Edukasi yang diberikan meliputi pentingnya aktivitas fisik, pengaturan makan, serta pemeriksaan kesehatan berkala.

Selain itu, Puskesmas Karang Rejo melakukan skrining faktor risiko sebagai langkah deteksi dini. Pemeriksaan dilakukan pada masyarakat umum dan remaja agar potensi risiko dapat diketahui lebih awal.

“Kalau terdeteksi cepat, pengendalian akan jauh lebih mudah,” kata Ivan.

Puskesmas berharap masyarakat mulai lebih peduli terhadap kesehatannya, terutama generasi muda yang semakin rentan terhadap penyakit tidak menular akibat pola hidup modern.

“Anak muda sekarang banyak aktivitas duduk, banyak konsumsi manis, kurang bergerak. Kalau tidak diubah, dampaknya muncul di usia produktif,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan masyarakat, keluarga, dan lingkungan sekolah, program pencegahan PTM ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda Balikpapan yang lebih sehat dan produktif. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *