Edukasi Berkelanjutan Jadi Kunci Puskesmas Karang Rejo Hadapi Penolakan Imunisasi

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Rejo terus menghadapi tantangan penolakan imunisasi dari sebagian kecil orang tua. Meski jumlahnya sangat kecil, fenomena ini tetap menjadi perhatian, karena imunisasi merupakan langkah penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat dicegah.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Agnes Ferusgel Ginting, menjelaskan bahwa sebagian orang tua menolak imunisasi karena alasan keyakinan atau pengaruh informasi lama yang masih dipercaya. “Ada yang menolak karena alasan prinsip, biasanya terkait kepercayaan. Tidak bisa dipaksakan, tapi tugas kami tetap melakukan edukasi,” ujarnya, Selasa (18/11/2025). 

Menurut Agnes, proses edukasi biasanya dimulai dari kader Posyandu. Bila kader kesulitan meyakinkan keluarga, barulah tenaga puskesmas turun langsung. Ia menyebutkan bahwa dari seluruh peserta Posyandu sepanjang tahun ini, hanya dua orang tua yang diketahui menolak imunisasi meski tetap aktif mengikuti kegiatan. “Jumlahnya sangat sedikit, mungkin 0,0 sekian. Mereka tetap datang ke Posyandu, timbang anak, minum obat cacing, dan vitamin A, hanya menolak imunisasi saja,” katanya.

Faktor lain yang memengaruhi keputusan adalah dinamika dalam keluarga. Banyak ibu merasa tidak memiliki kendali penuh dalam pengambilan keputusan terkait imunisasi. “Yang sering ke pelayanan adalah ibu-ibu, tapi kadang keputusan ada di tangan suami. Kalau suami tidak setuju, ibu biasanya ikut. Itu hak mereka, yang penting kami berusaha,” jelasnya.

Agnes menegaskan bahwa tenaga kesehatan tidak diperbolehkan menghakimi orang tua yang menolak. Pendekatan yang terlalu keras justru berpotensi membuat mereka enggan kembali ke Posyandu. “Kami tidak boleh langsung men-judge, nanti mereka tidak datang lagi. Yang penting edukasi jalan terus, diterima atau tidak kembali ke pilihan masing-masing,” ujarnya.

Walau menghadapi penolakan, Puskesmas Karang Rejo mengapresiasi bahwa mayoritas masyarakat kini semakin menerima pentingnya imunisasi. Tenaga kesehatan juga terus menguatkan edukasi melalui kunjungan lapangan, dialog keluarga, dan kolaborasi bersama kader.

Agnes berharap partisipasi masyarakat semakin membaik. “Kami tetap bekerja, tetap mengedukasi. Yang penting anak-anak terlindungi dan orang tua mendapatkan informasi yang benar,” tutupnya. (Adv/Puskesmas/Bpp) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *