GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Jati mengajak orang tua untuk melengkapi imunisasi anak dan remaja agar terlindungi dari berbagai penyakit berbahaya. Hingga Oktober 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap untuk balita hingga usia 9 bulan mencapai 75 persen, sedangkan imunisasi lanjutan hingga usia 2 tahun baru 48 persen.
“Imunisasi tidak berhenti di 9 bulan. Masih ada vaksinasi di usia 1 dan 2 tahun, ini penting untuk melindungi anak dari penyakit yang bisa dicegah,” ujar dr. Niken Dayu Anggraini, Kepala Puskesmas Karang Jati, Jumat 21/11/2025).
Selain balita, Puskesmas Karang Jati juga menjalankan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Untuk kelas 1, cakupan vaksin campak rubela mencapai 78 persen, sementara difteri tetanus untuk kelas 1, 2, dan 5 berada di angka 68–79 persen.
Program imunisasi juga mencakup HPV bagi remaja putri kelas 5 dan 6 untuk mencegah kanker serviks. “Cakupannya masih rendah, tapi kami tetap menghargai keputusan anak dan orang tua yang menunda atau menolak vaksinasi,” kata dr. Niken.
Puskesmas menekankan pentingnya imunisasi lengkap agar anak terlindungi dari risiko penyakit menular. Orang tua diminta aktif mengingatkan dan mendampingi anak agar semua vaksinasi selesai tepat waktu. “Dengan imunisasi lengkap, anak-anak lebih sehat dan risiko penyakit menular dapat ditekan,” tambahnya.
Selain itu, edukasi mengenai jadwal imunisasi terus dilakukan oleh petugas puskesmas dan kader posyandu. Orang tua yang memiliki anak balita atau remaja diminta memeriksa kartu imunisasi dan memastikan tidak ada yang tertinggal.
Program imunisasi ini juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan generasi muda. Puskesmas Karang Jati berharap partisipasi aktif masyarakat dapat meningkatkan cakupan imunisasi dan membentuk generasi yang sehat dan tangguh. (Adv/Puskesmas/Bpp)







