GARVI.ID, BALIKPAPAN – Puskesmas Karang Jati menyoroti pentingnya imunisasi lengkap untuk anak-anak di wilayahnya, terutama di tengah merebaknya kasus campak di beberapa daerah Kota Balikpapan. Meskipun Karang Jati belum terdampak, pihak puskesmas mengingatkan warga agar tidak lengah.
“Kami sudah menyiapkan imunisasi Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah yang terdampak. Di Karang Jati alhamdulillah belum sampai, tapi bukan berarti aman sepenuhnya,” kata dr. Niken Dayu Anggraini, Kepala UPTD Puskesmas Karang Jati, Sabtu (22/11/2025).
Pihak puskesmas mencatat cakupan imunisasi bayi hingga usia 9 bulan sudah mencapai 75 persen, namun masih ada 25 persen yang belum lengkap. Untuk imunisasi lanjutan sampai usia 2 tahun, cakupan baru 48 persen. “Tolong orang tua jangan hanya berhenti di imunisasi 9 bulan. Masih ada imunisasi 1 tahun dan 2 tahun yang harus dilengkapi,” tegas dr. Niken.
Selain itu, program imunisasi untuk anak sekolah melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) juga sedang berjalan. Cakupan campak rubela untuk kelas 1 mencapai 78 persen, sementara difteri-tetanus berkisar 68–79 persen. Untuk vaksin HPV, kelas 5 mencapai 84 persen dan kelas 6 hanya 45 persen, karena sebagian siswa sebelumnya menolak dosis pertama.
“Kita terus mengedukasi orang tua dan anak agar imunisasi lengkap. Vaksinasi bukan hanya untuk mencegah penyakit saat ini, tapi juga untuk kesehatan jangka panjang,” jelas dr. Niken.
Puskesmas Karang Jati juga menekankan peran penting kader posyandu dan tokoh masyarakat dalam mengawasi dan mengingatkan orang tua. Dengan deteksi dini dan imunisasi lengkap, risiko penyebaran penyakit dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat Karang Jati. (Adv/Puskesmas/Bpp)







