Kadin Kaltim Dorong Penguatan Ekonomi Lokal di Balikpapan sebagai Gerbang IKN

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kalimantan Timur menekankan pentingnya penguatan kemandirian ekonomi lokal di tengah besarnya arus investasi dan posisi strategis Balikpapan sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal tersebut disampaikan Ketua Kadin Kaltim, Putri Amanda Nurramadhani, dalam pembukaan Musyawarah Kota (Mukota) ke-12 Kadin Balikpapan yang digelar di Royal Mahligai, Rabu (8/4/2026).

Ia menilai Balikpapan memiliki posisi yang sangat strategis, terlebih dengan masuknya investasi besar ke Kalimantan Timur, yang sebagian besar terpusat di kota beriman.

“Balikpapan bukan hanya sekadar kota, tetapi pusat ekonomi strategis di Kalimantan Timur, dengan kekuatan di sektor industri energi dan jasa, serta didukung infrastruktur dan iklim usaha yang relatif siap,” ujarnya.

Menurutnya, daya tarik ekonomi Balikpapan juga terlihat dari tingginya jumlah pendatang yang mencapai hampir setengah dari total penduduk. Kondisi ini memperkuat peran kota sebagai pintu utama menuju IKN sekaligus penopang pertumbuhan ekonomi kawasan.

Namun demikian, Putri menegaskan masih terdapat sejumlah tantangan mendasar yang perlu mendapat perhatian serius.

Salah satunya adalah belum optimalnya keberpihakan terhadap pengusaha lokal di tengah momentum investasi yang besar.

“Momentum besar di Kaltim ini belum sepenuhnya memberikan ruang bagi pengusaha lokal. Jangan sampai pelaku usaha daerah hanya menjadi penonton di wilayahnya sendiri,” tegasnya.

Selain itu, kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal juga dinilai menjadi faktor krusial agar mampu bersaing dan terlibat langsung dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara program pemerintah daerah dengan kebutuhan dunia usaha agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata.

Dalam kesempatan tersebut, Kadin juga menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah, bukan sekadar pelengkap.

“Kami berharap Kadin dilibatkan secara aktif dalam perumusan kebijakan ekonomi daerah, karena kami adalah mitra strategis pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut, Kadin berkomitmen membantu pemerintah dalam berbagai sektor, mulai dari investasi, perdagangan hingga ketenagakerjaan, serta menjadi mediator antara kepentingan dunia usaha dan kebijakan pemerintah.

Putri juga mengajak seluruh pelaku usaha untuk menjadikan Mukota sebagai momentum melahirkan gagasan strategis dan rekomendasi konkret bagi penguatan ekonomi daerah.

“Kami ingin musyawarah ini tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi momentum untuk merumuskan solusi nyata bagi pelaku usaha di Balikpapan,” ujarnya.

Ia pun mendorong adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan dunia usaha demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan, seiring peran Balikpapan sebagai gerbang utama menuju IKN. (/ba) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *