GARVI.ID, BALIKPAPAN – PT Hutama Karya (Persero) mengejar penyelesaian Ramp 2 Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3A-2 segmen Karang Joang–Kariangau agar dapat difungsionalkan pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Namun, pekerjaan proyek secara keseluruhan masih menghadapi kendala pembebasan lahan.
Hingga Oktober 2026, progres fisik proyek mencapai 91,42 persen, sedikit di bawah target sebesar 91,76 persen. Capaian tersebut mencatat deviasi minus 0,34 persen.
Properti Manager Proyek Tol IKN 5B dan Tol IKN 3A-2 Hutama Karya, James Satria, mengatakan perusahaan tetap memprioritaskan pekerjaan di lokasi yang lahannya telah tersedia. Langkah tersebut dilakukan agar sebagian akses tol dapat digunakan sesuai target.
“Ramp 2, yaitu dari Samarinda menuju IKN, ditargetkan rampung untuk fungsional Nataru,” kata James dalam Media Gathering Hutama Karya di Balikpapan, Jumat (23/10/2026).
Ramp 2 menjadi salah satu bagian pekerjaan yang dikejar untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan IKN selama libur akhir tahun. Sementara itu, Ramp 5 dan Ramp 6 ditargetkan selesai pada 2027.
Di sisi lain, penyelesaian seluruh konstruksi Tol IKN Seksi 3A-2 berpotensi melampaui masa kontrak yang berakhir pada 31 Desember 2026. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya lahan yang belum dibebaskan, terutama di sekitar pintu keluar tol yang terdapat sejumlah rumah.
James menjelaskan, pembebasan lahan hingga saat ini telah mencapai 97 persen. Artinya, masih terdapat sekitar 3 persen lahan yang perlu dituntaskan agar seluruh pekerjaan dapat dilaksanakan.
“Secara globalnya, untuk lahan sudah 97 persen itu sudah bebas. Hanya 3 persen lagi yang belum bebas dan diproses,” ujarnya.
Menurut James, proses penyelesaian lahan yang tersisa masih berjalan. Pemeriksaan lokasi juga telah dilakukan bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bidang lahan dan tim Kementerian Pekerjaan Umum.
Meski demikian, lahan yang belum tersedia membuat kontraktor belum dapat mengerjakan sejumlah titik. Kondisi tersebut turut memengaruhi penyelesaian proyek sesuai jadwal kontrak.
“Pelaksanaannya terkendala karena lahan tersebut belum bebas sehingga kami belum bisa kerjakan,” kata James.
Ia menegaskan, keterbatasan lahan tidak menghentikan pekerjaan di lokasi lain yang sudah dapat dikerjakan. Hutama Karya tetap mengupayakan penyelesaian bagian-bagian yang memungkinkan untuk difungsionalkan pada akhir tahun.
“Yang bisa kami kerjakan, kami kejar. Jadi untuk fungsional akhir tahun tetap kami upayakan,” ujarnya.
NILAI KONTRAK RP2,85 TRILIUN
Tol IKN Seksi 3A-2 memiliki nilai kontrak Rp2,85 triliun dengan sumber pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023–2026. Masa pelaksanaan proyek berlangsung sejak 21 Desember 2023 hingga 31 Desember 2026.
Pengerjaan proyek menggunakan skema Integrated Joint Operation (IJO) yang melibatkan Hutama Karya bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk., PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero).
Dalam kerja sama tersebut, Adhi Karya menangani porsi pekerjaan sebesar 35 persen, Hutama Karya 33 persen, Nindya Karya 20 persen, dan Brantas Abipraya 12 persen.
Secara teknis, proyek ini mencakup pembangunan jalan at grade sepanjang 2.304 meter, jembatan sepanjang 40 meter, serta elevated pile slab sepanjang 1.745 meter. Pekerjaan lainnya meliputi tiga lokasi overpass dan underpass, tiga junction ramp, serta dua lokasi exit tol atau ramp.
Tol IKN Seksi 3A-2 merupakan bagian dari jaringan jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dan Samarinda dengan kawasan IKN.
Target fungsional Ramp 2 pada periode Nataru menjadi salah satu pekerjaan yang dikejar Hutama Karya di tengah proses penyelesaian konstruksi. Namun, kepastian penyelesaian seluruh proyek tetap bergantung pada penuntasan pembebasan lahan yang masih tersisa.
Dengan progres fisik 91,42 persen dan masa kontrak yang berakhir pada 31 Desember 2026, Hutama Karya masih menghadapi tantangan untuk menuntaskan seluruh pekerjaan sesuai jadwal. (/*)







