Dishub Balikpapan Siapkan Penetapan Tarif Balikpapan City Trans untuk Oktober

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan terus mengupayakan penetapan tarif Balikpapan City Trans (BCT), sebuah layanan angkutan umum massal yang diharapkan mampu menjadi solusi atas permasalahan transportasi di kota ini. Hingga saat ini, Dishub masih melakukan perhitungan mendetail terkait biaya operasional yang dibutuhkan untuk menjalankan BCT selama tiga bulan terakhir.

Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adwar Skenda Putra, menjelaskan bahwa tarif yang akan ditetapkan nantinya akan berbasis per kilometer. “Kami sedang menghitung besaran tarif per kilometer yang akan disubsidi oleh pemerintah. Penetapan tarif ini nantinya akan diajukan ke Kementerian Keuangan untuk mendapatkan subsidi sesuai dengan kebutuhan,” jelas Adwar dalam keterangannya pada Selasa (3/9).

Menurutnya, jika tidak ada hambatan berarti dalam proses penetapan ini, tarif resmi BCT diharapkan bisa ditetapkan pada bulan Oktober. “Harapannya, semua proses ini berjalan lancar sehingga masyarakat bisa segera menikmati layanan transportasi yang terjangkau dan efisien,” tambahnya.

Selain penetapan tarif, Dishub juga fokus pada upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan angkutan umum. “Sarana angkutan massal seperti BCT sangat penting untuk mengurangi kemacetan. Kami terus berupaya untuk mensosialisasikan manfaat menggunakan transportasi umum kepada masyarakat,” kata Adwar.

Wali Kota Balikpapan juga mendukung penuh inisiatif ini dengan berencana mengadakan kampanye sosialisasi penggunaan angkutan umum massal. “Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota, karena sejalan dengan kebutuhan warga akan transportasi yang aman dan nyaman,” ungkap Adwar.

Saat ini, Balikpapan telah memiliki 19 unit BCT yang beroperasi, meski idealnya diperlukan sekitar 32 unit untuk memenuhi kebutuhan kota. “Kami masih menunggu evaluasi lebih lanjut dari kementerian mengenai kemungkinan penambahan armada. Jika uji coba ini berhasil, akan ada pertimbangan untuk menambah jumlah koridor dan armada BCT,” ujarnya.

Adwar menyebutkan bahwa respons masyarakat terhadap BCT cukup positif. “Kapasitas penumpang di jam-jam sibuk sudah mencapai lebih dari 50 persen. Kami optimis bahwa penggunaan angkutan umum ini akan terus meningkat seiring dengan peningkatan layanan dan penambahan armada,” tutupnya. (Adv/Diskominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *