Balikpapan Investment Award 2024: Dorong Investasi dan Pembangunan Berkelanjutan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Nusantara Ballroom di Pentacity Mall, Balikpapan Super Block, menjadi pusat perhatian dalam acara Balikpapan Investment Award 2024. Acara ini tidak hanya memberikan penghargaan kepada para pelaku usaha yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi kota, tetapi juga menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) terkait pelaporan kegiatan penanaman modal (LKPM). Tujuannya adalah memperdalam pemahaman para investor mengenai pentingnya pelaporan investasi yang sesuai, Rabu (4/9/2024).

Acara ini dibuka oleh Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat, Andi Muhammad Yusri Ramli, yang menekankan pentingnya investasi sebagai motor penggerak utama ekonomi Balikpapan. Selain seremoni penghargaan, Bimtek LKPM diadakan untuk membantu para pelaku usaha memahami pentingnya kepatuhan dalam pelaporan investasi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, menyatakan bahwa Balikpapan Investment Award merupakan bentuk apresiasi bagi investor atas kontribusi mereka dalam pembangunan kota. “Kami ingin menghargai para pelaku usaha yang telah berinvestasi di Balikpapan dan secara konsisten melaporkan investasinya melalui aplikasi OSS,” kata Hasbullah. Ia juga menegaskan bahwa kepatuhan ini mencerminkan komitmen investor terhadap pembangunan berkelanjutan.

Pada tahun 2023, Balikpapan mencatat pencapaian investasi luar biasa sebesar Rp24 triliun, melampaui target awal Rp18 triliun. Hal ini menjadikan Balikpapan sebagai penyumbang utama investasi di Provinsi Kalimantan Timur.

Menghadapi tahun 2024, Balikpapan menargetkan investasi sebesar Rp20 triliun, dengan sektor-sektor utama seperti kimia, farmasi, perminyakan, serta infrastruktur terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Untuk mendukung pertumbuhan ini, Pemkot Balikpapan sedang menyusun Peraturan Daerah (Perda) insentif bagi investor, yang diharapkan segera disahkan. Perda ini akan menawarkan berbagai keuntungan, seperti pengurangan pajak dengan syarat penggunaan tenaga kerja lokal minimal 60 persen.

Penghargaan diberikan kepada pelaku usaha PMDN dan PMA dengan realisasi investasi tertinggi di tahun 2023, menegaskan komitmen Kota Balikpapan dalam mendukung ekonomi yang berkelanjutan. (Adv/Diskominfo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *