GARVI.ID, BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mendorong masyarakat untuk lebih memahami dan memanfaatkan teknologi pembayaran digital. Hal ini ia sampaikan saat membuka kompetisi lari fenturun 10K yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Minggu (8/9), di Pantai Kilang Mandiri Balikpapan.
Dalam sambutannya, Rahmad pun menyatakan apresiasi atas langkah BI Balikpapan yang telah menggabungkan olahraga dengan kampanye perluasan ekosistem pembayaran non-tunai. Menurut Rahmad, acara ini bukan hanya ajang untuk meningkatkan gaya hidup sehat, tetapi juga sebagai upaya penting untuk mendorong masyarakat beralih ke transaksi digital.
“Ini lebih dari sekadar kompetisi lari. Acara ini juga menjadi bagian dari strategi untuk memperluas penggunaan pembayaran non-tunai di Balikpapan, yang sangat relevan di era digital saat ini,” kata Rahmad, Minggu (8/9/2024).
Dia menekankan bahwa perkembangan teknologi digital ini kedepannya akan memberikan banyak kemudahan, terutama dalam hal transaksi keuangan bagi masyarakat. Penggunaan metode pembayaran non-tunai, seperti QRIS, menurutnya, mampu mempercepat transaksi serta membuatnya lebih aman dan efisien. Rahmad juga menambahkan bahwa penerapan teknologi ini akan sejalan dengan visi Kota Balikpapan sebagai smart city.
“Pembayaran digital merupakan salah satu komponen penting dalam mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang modern, cerdas, dan berkelanjutan,” jelas Rahmad.
Selain mempermudah transaksi sehari-hari bagi masyarakat, Rahmad juga mengatakan bahwa perluasan ekosistem digital ini nantinya juga akan mendukung pengurangan penggunaan uang tunai, yang memiliki potensi risiko dalam penyebaran penyakit.
Lebih jauh, Rahmad berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya literasi keuangan digital. Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
“Saya sangat mendukung kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang teknologi pembayaran digital,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo)







