GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan menerima kunjungan tim penilai Kaltim Education Award 2024 pada Selasa (10/9/2024) di Ruang VIP Balaikota. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi sejauh mana kepedulian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan.
Sudarman, Ketua Tim Penilai Kaltim Education Award 2024, menjelaskan bahwa selain kategori pemerintahan, penilaian juga mencakup pengawas berprestasi, siswa berprestasi, lembaga pendidikan, serta perusahaan yang berkontribusi dalam dunia pendidikan.
“Ada beberapa kriteria yang kami gunakan. Untuk pemerintah daerah, kami melihat kecukupan anggaran dan kebijakan yang diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Sudarman.
Menurutnya, penilaian juga memperhatikan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya yang terkait dengan peningkatan kompetensi guru dan siswa. “Idealnya, alokasi anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari total APBD,” tambahnya.
Selain Balikpapan, terdapat empat daerah lainnya yang turut dinilai dalam kategori pemerintah daerah, yakni Samarinda, Berau, Paser, dan Penajam Paser Utara. Penghargaan ini dijadwalkan akan diumumkan pada 19 September mendatang.
Sudarman, yang juga akademisi Universitas Mulawarman, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara kuantitatif.
“Kami menilai dari berbagai aspek, seperti pencapaian satuan pendidikan. Misalnya, apakah ada sekolah yang meraih prestasi di tingkat nasional atau internasional, serta bagaimana prestasi guru dan siswa,” jelasnya lebih lanjut.
Dari hasil verifikasi lapangan, tim penilai merasa cukup puas dengan penjelasan yang diberikan Asisten I Setdakot Balikpapan Zulkifli dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik.
“Ibaratnya, mereka seperti mahasiswa yang berhasil mempertahankan disertasi dengan baik. Mereka sangat menguasai apa yang disampaikan,” puji Sudarman.
Kaltim Education Award merupakan agenda tahunan yang sebelumnya hanya berfokus pada jenjang SMA/SMK. Namun, tahun ini penghargaan diberikan untuk semua jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga SMA/SMK. Pemerintah daerah hingga perusahaan juga dilibatkan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Kalimantan Timur. (Adv/Diskominfo)







