Pj Bupati PPU Siap Lanjutkan Tradisi Pentas Seni dan Gebyar UMKM, Berencana Datangkan Artis Nasional

GARVI.ID, PPU – Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Muhammad Zainal Arifin, berkomitmen untuk melanjutkan tradisi Pentas Seni dan Gebyar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), yang sudah menjadi acara rutin dan warisan dari kepemimpinan sebelumnya, Makmur Marbun. Acara ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga simbol penting kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya pada Jumat, 20 September, Zainal mengungkapkan antusiasmenya untuk menghadiri acara tersebut untuk pertama kali sebagai Pj Bupati PPU. “Pada Sabtu malam ini, saya akan hadir untuk pertama kalinya di Pentas Seni dan Car Free Day (CFD) di PPU,” ujarnya. Ia menegaskan acara ini penting untuk terus diadakan karena menjadi wadah untuk memperkuat interaksi sosial sekaligus mendorong kemajuan ekonomi lokal melalui Gebyar UMKM.

Tidak hanya itu, Zainal juga memiliki rencana besar untuk mengembangkan acara Pentas Seni dan Gebyar UMKM agar lebih menarik dan berkesan. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah mendatangkan artis nasional untuk menghibur masyarakat PPU. “Kami berencana menghadirkan artis nasional untuk meningkatkan daya tarik acara ini, sehingga lebih meriah dan mampu menarik lebih banyak pengunjung,” tambahnya.

Sebagai seorang pejabat dengan latar belakang kuat dalam bidang konservasi tanah dan air di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Muhammad Zainal Arifin memastikan bahwa seluruh program positif yang telah berjalan di masa kepemimpinan Makmur Marbun akan tetap diteruskan. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara hiburan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat. “Semua program yang baik akan kami lanjutkan dengan fokus utama pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Zainal juga menggarisbawahi pentingnya peran masyarakat dalam proses pembangunan di PPU. Ia mengingatkan bahwa masyarakat bukan hanya sekadar objek pembangunan, tetapi merupakan subjek utama yang menentukan keberhasilan pembangunan berkelanjutan. “Masyarakat harus dianggap sebagai subjek dalam pembangunan. Mereka adalah pilar utama untuk mewujudkan PPU yang lebih maju,” pungkasnya. (Adv/PPU)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *