GARVI.ID, PPU – Memperingati Hari Santri Nasional, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar upacara bersama ribuan santri dari wilayah Benuo Taka, sebutan untuk PPU. Upacara yang diadakan di halaman Kantor Bupati PPU pada Selasa (22/10) dipimpin oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU, Muhammad Zainal Arifin.
Setelah upacara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda PPU, M Daud, menyampaikan bahwa sebanyak 1.116 santri dan santriwati dari empat kecamatan di PPU ikut berpartisipasi dalam peringatan tersebut.
“Ini adalah perayaan Hari Santri Nasional yang paling meriah di PPU,” ungkap Daud. Ia berharap kemeriahan ini dapat terulang pada tahun-tahun berikutnya. “Semoga tahun depan lebih besar lagi, tentunya dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah,” tambahnya.
Menurut Daud, upacara Hari Santri sebelumnya selalu dilakukan dengan sederhana di Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Namun, tahun ini Pemkab PPU memberikan dukungan penuh sehingga bisa digelar lebih meriah di halaman Kantor Bupati. Acara juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada santri berprestasi dalam berbagai lomba, seperti pidato keagamaan, lomba habsyi, turnamen mini soccer, dan bola voli.
“Selain juara I, II, dan III, kami juga memberikan penghargaan seperti best goal, kiper terbaik, dan pemain terbaik,” jelas Daud.
Dalam sambutannya, Pj Bupati PPU Muhammad Zainal Arifin membacakan pesan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Ia menekankan bahwa Hari Santri adalah momen untuk mengenang kontribusi besar santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama melalui peristiwa Resolusi Jihad yang dipimpin Hadratus Syekh Kiai Haji Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945.
“Semangat jihad yang dimobilisasi oleh para santri menjadi salah satu pilar penting dalam perlawanan terhadap penjajah. Semangat ini harus terus dihidupkan oleh generasi santri masa kini,” tegas Zainal.
Zainal juga menekankan bahwa santri masa kini memiliki tanggung jawab besar dalam membangun masa depan bangsa. Dengan tema Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan, ia mengajak para santri untuk aktif berperan dalam pembangunan masyarakat. “Santri bukan hanya pewaris nilai-nilai perjuangan, tetapi juga aktor penting dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (Adv/PPU)







