GARVI.ID, BALIKPAPAN – Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, menegaskan bahwa distribusi gas elpiji 3 kg di Kota Balikpapan berjalan normal dan tidak akan ada kelangkaan. Fauzi meminta masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas bersubsidi ini, agar tidak merasa resah.
“Distribusi gas elpiji 3 kg telah kembali normal, jadi tidak ada alasan untuk panik. Kami pastikan pasokan tetap lancar,” ujar Fauzi saat ditemui wartawan pada Minggu (9/2/2025).
DPRD Kota Balikpapan saat ini tengah merencanakan pertemuan dengan pihak Pertamina Patra Niaga untuk mendiskusikan lebih lanjut terkait distribusi gas elpiji 3 kg. Fauzi berharap ke depannya tidak ada lagi kendala yang menghambat pasokan gas bersubsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Fauzi juga menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang memastikan distribusi gas elpiji 3 kg berjalan lancar, guna meredam keresahan di masyarakat. Ia menekankan pentingnya pemerataan distribusi dan pengawasan ketat terhadap harga jual gas elpiji di tingkat pengecer.
“Sangat penting agar harga eceran tertinggi (HET) ditegakkan dengan tegas. Jika ada yang menjual dengan harga Rp60 ribu per tabung, itu perlu diawasi,” tegas Fauzi.
Lebih lanjut, Fauzi mengingatkan masyarakat agar membeli gas elpiji 3 kg sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Menurutnya, lonjakan harga sering kali disebabkan oleh praktik spekulasi yang memanfaatkan situasi terbatasnya distribusi.
“Pemanfaatan momen kelangkaan oleh spekulan bisa merugikan masyarakat yang seharusnya mendapatkan gas elpiji dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Fauzi juga menyoroti pentingnya transparansi dalam sistem distribusi gas elpiji 3 kg, agar hanya masyarakat yang berhak yang menerima subsidi tersebut. “Subsidi ini seharusnya diberikan untuk mereka yang kurang mampu. Jangan sampai yang berhak justru tidak mendapatkannya,” katanya.
DPRD Kota Balikpapan berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan terhadap agen dan pengecer, serta mendorong kerja sama yang lebih erat antara pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat penegak hukum. Hal ini bertujuan agar distribusi gas elpiji 3 kg tetap adil dan tidak ada pihak yang dirugikan.
“Ke depan, kami akan memastikan tidak ada lagi kendala dalam distribusi gas elpiji 3 kg, sehingga kebutuhan energi masyarakat tetap terjamin,” tandas Fauzi. (Adv/DPRD/BPP)







