GARVI.ID, BALIKPAPAN – Rahmad Mas’ud kembali memimpin DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Balikpapan untuk periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Royal Mahligai Grand City (RM-GC), Kamis (26/2/2026).
Pengesahan dilakukan oleh Ketua DPD I Golkar Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud disaksikan jajaran pengurus provinsi dan kota, serta sejumlah pimpinan legislatif.
Usai ditetapkan, Rahmad langsung mematok target ambisius menghadapi Pemilu Legislatif 2029. Ia ingin Golkar meraih lebih dari 50 persen kursi DPRD Balikpapan.
“Kita tidak cukup hanya hadir. Kader harus bekerja dan terlihat hasilnya. Target 50 persen itu realistis jika konsolidasi berjalan dan mesin partai bergerak,” tegasnya.
Rahmad menekankan, kepengurusan periode ini akan diisi figur-figur yang aktif dan produktif. Evaluasi akan dilakukan bagi kader yang dinilai tidak berkontribusi.
“Pengurus harus punya kinerja. Yang aktif kita pertahankan, yang tidak produktif tentu akan kita evaluasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian Pemilu 2024 sebagai modal politik. Di Balikpapan, kursi Golkar di DPRD naik dari 11 menjadi 16. Sementara di tingkat provinsi, perolehan meningkat dari 11 menjadi 15 kursi.
“Kenaikan ini bukti kerja kolektif. Tren positif ini harus kita jaga dan tingkatkan di 2029,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD I Golkar Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa kemenangan dalam setiap momentum politik merupakan kewajiban struktural partai.
“Setiap kontestasi harus dimenangkan. Itu tugas ketua dan seluruh jajaran. Baik legislatif, eksekutif, maupun pilpres, targetnya jelas: menang,” ujarnya.
Menurut Rudy, Musda bukan sekadar forum pergantian kepengurusan, melainkan titik awal konsolidasi untuk memperkuat struktur dan strategi menghadapi agenda politik mendatang.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan Musda XI Golkar Balikpapan yang dinilainya berjalan solid. Tahun ini, Golkar memasuki usia 55 tahun, momentum yang disebutnya sebagai bukti konsistensi partai dalam dinamika politik nasional dan daerah.
“Lima dekade lebih Golkar tetap eksis. Itu karena soliditas dan kerja terstruktur,” pungkasnya. (/*)
