Antisipasi El Nino 2026, PTMB Siapkan Pembatasan Produksi Air hingga 30 Tangki Distribusi

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota Balikpapan melalui Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai mematangkan langkah antisipasi menghadapi fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan berdampak pada ketersediaan air baku.

Direktur PTMB, Yudhi Saharuddin, mengatakan pihaknya telah menyusun strategi sejak beberapa pekan terakhir melalui rapat internal hingga koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Koordinasi sudah kami lakukan, termasuk dengan BWS. Dalam waktu dekat, kami juga akan rapat bersama Wali Kota dan seluruh OPD untuk memastikan kesiapan menghadapi El Nino,” ujarnya Rabu (8/4/2026). 

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena yang disebut sebagai “Godzilla El Nino” diperkirakan mulai terjadi pada April hingga Oktober 2026, dengan puncak dampak di Balikpapan pada Juni hingga Oktober.

Meski Kalimantan dinilai masih memiliki tingkat kelembapan lebih baik dibanding wilayah lain, potensi penurunan debit air tetap menjadi perhatian serius.

PTMB pun telah menyiapkan skenario pembatasan produksi air dari waduk hingga 75 persen saat puncak El Nino.

“Pada periode puncak, kemungkinan produksi air akan kami batasi hingga 75 persen. Karena itu, kami sudah menyiapkan berbagai alternatif untuk menutup kekurangan pasokan,” kata Yudhi.

Sejumlah langkah yang disiapkan antara lain optimalisasi tiga bendali yang diserahkan BWS, perbaikan dan penambahan sumur air baku, serta rencana pemanfaatan Embung Wain yang saat ini masih dalam proses koordinasi dengan Kementerian Kehutanan.

Selain itu, PTMB juga menyiapkan skema distribusi air darurat bagi masyarakat terdampak, termasuk melalui layanan non-perpipaan menggunakan mobil tangki.

“Kami menargetkan menyiapkan hingga 30 unit mobil tangki untuk menyuplai air ke wilayah yang mengalami gangguan layanan,” jelasnya.

Distribusi air tersebut akan melibatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.

Di sisi lain, PTMB juga mulai melakukan edukasi kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air, sebagai langkah mitigasi menghadapi kemungkinan terburuk.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai berhemat dalam penggunaan air. Kami juga menyalurkan tandon air bagi warga terdampak agar bisa menampung air saat distribusi berjalan,” tambahnya.

Yudhi berharap, dengan persiapan lebih awal dan sinergi lintas sektor, dampak El Nino terhadap layanan air bersih di Balikpapan dapat ditekan semaksimal mungkin.

Rencananya, kesiapan menghadapi El Nino ini juga akan disampaikan secara resmi oleh Wali Kota Balikpapan dalam rapat koordinasi bersama seluruh perangkat daerah dalam waktu dekat. (Adv/Diskominfo/Bpp)