GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan tengah bersiap menghadapi proses verifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk mempertahankan status Kota Layak Anak (KLA) kategori utama. Proses verifikasi dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Heria Prisni, menyampaikan bahwa penilaian KLA dilakukan setiap dua tahun sekali. Untuk mempertahankan predikat tersebut, pihaknya terus melengkapi berbagai regulasi dan fasilitas pendukung.
“Salah satu poin penting dalam penilaian adalah keberadaan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Anak. Alhamdulillah, perda itu kini sudah selesai,” ujar Heria saat ditemui, Kamis (5/6/2025).
Selain perda, Balikpapan juga memperbanyak pembangunan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Saat ini terdapat empat RBRA yang sudah tersedia di Islamic Center, Puspoyudo, Bekapai, dan Taman Tiga Generasi.
“Tahun ini kami menargetkan pembangunan RBRA di kawasan Gereja Benuas untuk mewakili tempat ibadah umat Kristen. Tahun depan, kami akan lanjutkan di lokasi-lokasi lintas agama lainnya, termasuk Buddha dan Hindu. Ini bagian dari komitmen inklusif kami,” tambah Heria.
Pemerintah Kota juga memiliki rencana jangka menengah untuk membangun RBRA di seluruh 34 kelurahan dan 6 kecamatan dalam lima tahun ke depan. Menurut Heria, lokasi RBRA akan dirancang aman dan nyaman, dengan minimal lima jenis permainan serta petugas pengawas yang berjaga setiap hari.
Ia juga menanggapi soal meningkatnya jumlah laporan kasus kekerasan terhadap anak. Menurutnya, hal tersebut bukan sepenuhnya negatif.
“Kenaikan angka pelaporan menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar dan berani melapor. Ini sebenarnya cerminan positif dari tumbuhnya kepercayaan terhadap sistem perlindungan anak di kota ini,” jelasnya.
Meski saat ini Balikpapan berada pada kategori “utama”, Heria menyebut bahwa kategori “paripurna” menjadi target jangka panjang meski tantangannya cukup berat.
“Kategori paripurna itu sulit, tapi bukan mustahil. Kami akan terus konsisten meningkatkan pelayanan, regulasi, dan infrastruktur pendukung agar Balikpapan bisa menuju ke arah sana,” tegasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Balikpapan berharap dapat mempertahankan predikat KLA kategori utama dan terus meningkatkan perlindungan serta fasilitas bagi tumbuh kembang anak di kota ini. (Adv/Diskominfo/BPP)
