Bangun Generasi Tangguh, Forum Anak Balikpapan Tanamkan Semangat Pelopor dan Pelapor

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak, Forum Anak Balikpapan menggelar kegiatan bertajuk Kumpul bareng Forum Anak (KbFA) pada Minggu, 4 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Taman Baca Cerdas, Manggar, Balikpapan Timur dan diikuti puluhan anak dari berbagai kelurahan di Balikpapan Timur dan Balikpapan Selatan.

KbFA menjadi wadah kolaboratif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penuh nilai edukasi. Acara ini difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan partisipasi anak.

Kepala DP3AKB Balikpapan, Heria Prisni, menekankan pentingnya mengajak anak-anak aktif dalam kegiatan sosial yang mendidik dan membentuk karakter positif.

“Anak-anak harus terus dibimbing agar tumbuh dalam lingkungan yang positif dan aman. Melalui forum ini, kami ingin membentuk generasi pelopor perubahan dan pelapor jika terjadi kekerasan atau tindakan tidak pantas di sekitar mereka,” jelas Heria dalam sambutannya.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu para Duta Olahraga, memberikan semangat pagi bagi peserta. Usai pemanasan, para duta menyampaikan materi ringan tentang manfaat olahraga terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak.

Tak hanya itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polresta Balikpapan turut hadir untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang pentingnya mengenali serta melaporkan bentuk-bentuk kekerasan, baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun media digital.

Salah satu fokus utama dalam KbFA kali ini adalah pengenalan konsep 2P, yakni Pelopor dan Pelapor. Konsep ini mengajak anak-anak agar aktif menciptakan perubahan di lingkungan sekitar serta berani melaporkan jika melihat atau mengalami hal yang merugikan mereka atau teman sebaya.

Selain edukasi formal, sesi diskusi menjadi momen yang sangat dinanti peserta. Anak-anak tampak antusias berbagi cerita, menyampaikan pendapat, bahkan mengutarakan keresahan mereka—mulai dari perundungan, tekanan di sekolah, hingga penggunaan media sosial.

Salah seorang peserta, Dhea (13), mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini.

“Aku jadi tahu kalau anak-anak juga bisa punya suara. Kalau lihat ada yang salah, kita jangan diam saja,”ucapnya.

KbFA tidak hanya menjadi ajang kumpul anak-anak lintas kelurahan, tetapi juga sarana menanamkan nilai solidaritas, kepedulian, serta membentuk pola pikir kritis dan berani. (Adv/Diskominfo/BPP)