Dinkes Balikpapan Akan Uji Klaim Dampak Debu terhadap ISPA, Data Puskesmas Dikumpulkan

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan menyatakan akan melakukan kajian lebih lanjut terkait dugaan dampak sebaran debu terhadap angka Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di masyarakat. Hingga saat ini, Dinkes menegaskan belum ada laporan yang menunjukkan peningkatan kasus ISPA yang secara langsung dikaitkan dengan kejadian tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan setiap klaim terkait dampak kesehatan dari suatu peristiwa lingkungan harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu sebelum disimpulkan.

“Kalau ada klaim seperti itu tentu kami akan uji dulu. Kami perlu memastikan dulu datanya sebelum menarik kesimpulan,” ujar Alwiati, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa secara umum kasus ISPA di Kota Balikpapan memang tergolong tinggi, namun kondisi tersebut sudah terjadi dalam periode sebelumnya dan tidak otomatis berkaitan dengan kejadian debu yang sempat dilaporkan masyarakat.

Untuk memastikan hal tersebut, Dinkes akan melakukan pengumpulan data dari seluruh puskesmas di wilayah Kota Balikpapan guna melihat tren angka kesakitan ISPA dalam beberapa waktu terakhir.

“Kami akan kumpulkan data dari puskesmas-puskesmas dulu. Karena ISPA di Balikpapan memang cukup tinggi, jadi harus dilihat dulu apakah ada peningkatan atau tidak,” jelasnya.

Alwiati menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari petugas kesehatan lingkungan terkait dampak langsung dari partikel debu yang dimaksud. Oleh karena itu, Dinkes belum dapat menyimpulkan adanya hubungan antara kejadian debu dengan gangguan kesehatan masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini masih dalam tahap pengumpulan informasi dan verifikasi lapangan sebelum dapat menentukan apakah diperlukan tindakan lebih lanjut.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi cuaca yang panas dan berdebu. Masyarakat diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama jika kondisi udara terasa tidak nyaman.

“Kondisi sekarang memang panas dan kadang berdebu, jadi masyarakat perlu waspada. Gunakan masker jika keluar rumah, banyak minum air putih, dan jaga daya tahan tubuh agar saluran pernapasan tetap baik,” ujarnya.

Dinkes Balikpapan memastikan akan terus memantau perkembangan data kesehatan masyarakat melalui fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan apakah ada korelasi antara kondisi lingkungan dan peningkatan kasus ISPA di Kota Balikpapan. (Adv/Diskominfo/Bpp)