GARVI.ID, BALIKPAPAN — Dinas Sosial Kota Balikpapan memastikan program bantuan sosial bagi kelompok rentan tetap berjalan selama Ramadan. Bantuan rutin tersebut menyasar penyandang disabilitas berat dan lansia terlantar tanpa dipengaruhi momentum bulan tertentu.
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, menegaskan bantuan sosial telah dianggarkan setiap tahun dan disalurkan secara berkala kepada penerima manfaat yang memenuhi kriteria.
“Setiap bulan dan setiap tahun sudah kita anggarkan untuk disabilitas berat dan orang tua terlantar. Jadi tidak melihat bulan puasa atau bulan apa, bantuan itu tetap ada dan rutin,” ujarnya, Kamis (26/2/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan dengan sistem by name by address guna memastikan bantuan tepat sasaran. Dari sekitar 2.000 penyandang disabilitas yang terdata di Balikpapan, prioritas diberikan kepada kategori disabilitas berat yang benar-benar tidak mampu beraktivitas secara mandiri.
“Kalau yang berat, yang benar-benar tidak bisa apa-apa, itu yang kita bantu rutin. Tapi kalau yang masih bisa beraktivitas atau bekerja, kita arahkan ke pelatihan agar bisa mandiri,” jelasnya.
Selain bantuan rutin, dalam waktu dekat Dinsos juga akan menyalurkan bantuan beras kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan Kejaksaan dan akan disalurkan ke sejumlah panti asuhan.
“Ada sekitar 400 lebih karung beras ukuran lima kilogram yang akan kita salurkan ke LKSA,” kata Edy.
Di sisi lain, Dinsos juga terus melakukan pembenahan rumah penampungan sementara, salah satunya di kawasan Gunung Pasir. Rumah singgah tersebut kini dinilai lebih layak dan nyaman dibanding sebelumnya.
“Sekarang sudah lebih representatif. Pondasi kita perbaiki, kamar mandi sudah siap, dan bertahap kita lengkapi tempat tidur serta perlengkapan lainnya,” ungkapnya.
Rumah penampungan tersebut dijaga petugas dan security dengan sistem operasional 24 jam, termasuk pemenuhan kebutuhan makan bagi penghuni. Namun, Edy menegaskan rumah singgah hanya bersifat sementara.
“Kalau sudah siap secara mental dan keterampilan, kita arahkan ke pelatihan atau penempatan kerja. Tujuannya supaya mereka tidak kembali ke jalan,” pungkasnya. (Adv/Diskominfo/Bpp)
