DLH Balikpapan Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah dan Sekolah, Antisipasi Lonjakan Saat Lebaran

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan menegaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga dan sekolah. Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Menteri Lingkungan Hidup yang diperkuat melalui surat edaran Wali Kota Balikpapan.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi pengurangan dan pengelolaan sampah ke sekitar 600 sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP hingga MTs di bawah kewenangan pemerintah daerah.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya di hilir. Harus dimulai dari rumah dan sekolah supaya volume yang masuk ke TPA bisa ditekan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026). 

Menurut Sudirman, selama Ramadan volume sampah di Balikpapan justru cenderung stabil bahkan menurun. Jika pada hari biasa produksi sampah mencapai sekitar 550 ton per hari, maka selama Ramadan terjadi pengurangan sekitar 120 ton yang berasal dari pengelolaan di TPS3R, ITF, serta kontribusi pengurangan dari rumah tangga dan sekolah.

Dengan demikian, sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar kini berada di kisaran 380 hingga 400 ton per hari.

“Artinya ada penurunan signifikan. Ini menunjukkan pengelolaan di tingkat sumber mulai berjalan,” jelasnya.

DLH memastikan operasional petugas kebersihan tetap berjalan normal selama Ramadan. Pengangkutan sampah dilakukan sesuai jadwal dan pembagian wilayah di masing-masing kecamatan.

Namun, pihaknya mengantisipasi lonjakan volume sampah menjelang Idulfitri, terutama pada malam takbiran. Pada momen tersebut, produksi sampah bisa melonjak hingga 800 ton dalam satu malam.

“Biasanya malam takbiran meningkat tajam, hampir dua kali lipat dari hari biasa Ramadan,” kata Sudirman.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLH akan menambah ritase armada pengangkut. Jika dalam kondisi normal satu truk melakukan dua ritase per hari, maka menjelang Lebaran dapat ditingkatkan menjadi empat hingga lima ritase.

“Kami siapkan kerja ekstra, termasuk lembur petugas, agar sampah tidak menumpuk,” tegasnya.

Terkait Pasar Ramadan, DLH memastikan tidak ada dampak signifikan terhadap peningkatan sampah. Pengelolaan di lokasi pasar sudah ditangani oleh masing-masing pengurus dengan menyediakan titik pengumpulan sebelum diangkut ke TPS.

DLH berharap kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengurangi sampah dari sumber terus meningkat agar beban TPA Manggar semakin berkurang dan pengelolaan lingkungan kota dapat berjalan lebih optimal. (Adv/Diskominfo/Bpp)