GARVI.ID, PPU – Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) saat ini sedang menghadapi tantangan yang cukup serius terkait keberadaan armada pemadam kebakaran yang dimiliki. Kepala DPKP PPU, Fernando, mengungkapkan bahwa saat ini dari total 29 kendaraan, sepuluh di antaranya berusia lebih dari 15 tahun dan perlu segera diremajakan.
“Walaupun kami baru saja menambahkan enam unit baru yang didistribusikan ke berbagai posko, sebagian besar armada kami masih tergolong tua,” jelas Fernando kepada awak media, Kamis (19/9/2024).
Fernando mengatakan bahwa kendaraan ini tersebar di enam posko, termasuk Petung, Waru, Babulu, Sotek, Maridan, dan Penajam. Ia pun menekankan bahwa kondisi armada yang sudah uzur tersebut dapat menghambat efektivitas penanganan kebakaran.
“Kami tentu sangat membutuhkan penggantian untuk sepuluh kendaraan ini agar respons kami terhadap keadaan darurat bisa meningkat,” ujar Fernando.
Meski enam kendaraan baru telah diterima, DPKP PPU hingga saat ini masih memerlukan empat unit tambahan lagi, upaya itu dilakukan tentunya agar armada dapat berfungsi secara optimal.
“Kami akan terus merawat armada yang ada sambil menunggu pengadaan kendaraan baru,” tambahnya. Fernando juga menyoroti pentingnya memperbaharui armada untuk meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan pemadam kebakaran.
Sebagai langkah ke depan, Dinas Pemadam Kebakaran sedang berupaya untuk memasukkan pengadaan tiga unit kendaraan baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025. “Kami berharap pengajuan ini dapat dipenuhi, meskipun keputusan akhir tergantung pada pembahasan anggaran,” tutup Fernando.
Dengan peremajaan armada, DPKP PPU berharap dapat meningkatkan kemampuan respon terhadap insiden kebakaran, serta memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan melindungi aset-aset penting di wilayah PPU. (Adv/PPU)
