GARVI.ID, BALIKPAPAN – Balikpapan kembali mencatat prestasi di tingkat nasional melalui ajang Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2025. Wakil Kota Minyak berhasil meraih posisi runner-up dan menembus beberapa kategori tiga besar terbaik, Minggu (9/11/2025). Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Balikpapan sebagai daerah yang terus mengembangkan sektor pariwisata melalui peran generasi mudanya.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengapresiasi hasil tersebut. Ia menilai keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam upaya memperkenalkan potensi wisata Balikpapan ke panggung nasional. Menurutnya, pencapaian itu menunjukkan bahwa anak muda Balikpapan memiliki kapasitas bersaing dan mampu menjadi representasi kota dalam promosi pariwisata.
“Ini momentum bersejarah bagi kami. Baru pertama kali Balikpapan ikut tampil di level nasional dan langsung bisa berada di posisi runner-up. Prestasi ini tentu membawa kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi finalis, tetapi seluruh warga kota,” ucap Ratih.
Ratih menjelaskan, peran Duta Wisata kini tidak hanya menjadi ikon lokal. Setelah berhasil meraih posisi nasional, mereka juga diharapkan mampu menjadi jembatan untuk mengenalkan destinasi unggulan Balikpapan kepada publik yang lebih luas, termasuk mewakili Kalimantan Timur di berbagai kesempatan promosi pariwisata.
Di sisi lain, Disporapar tetap menyiapkan evaluasi agar prestasi tersebut dapat ditingkatkan. Ratih menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing, terutama Bahasa Inggris, menjadi salah satu fokus pembinaan. Hal ini penting mengingat kompetisi tingkat nasional dan peluang ke ajang internasional menuntut kemampuan komunikasi yang lebih baik. “Peserta harus punya kemampuan bahasa asing yang mumpuni. Ini menjadi salah satu aspek penilaian penting dan tidak bisa diabaikan,” jelasnya.
Untuk menghadapi Pemilihan Duta Wisata Indonesia 2026 yang akan digelar di Bali, Disporapar telah mempersiapkan dua wakil Balikpapan, Rachsele dan Hayden. Keduanya merupakan juara pada tingkat provinsi dan segera menjalani program pembinaan. Materi yang diberikan mencakup penyusunan program kerja, pendalaman wawasan kebangsaan, hingga pelatihan komunikasi publik agar lebih siap tampil di hadapan juri nasional.
Ratih berharap para duta wisata berikutnya dapat membawa prestasi yang lebih tinggi. “Kami optimistis tahun depan bisa meraih posisi juara pertama. Yang terpenting, mereka terus berkembang dan tetap membawa semangat positif untuk mempromosikan pariwisata Balikpapan,” tutupnya. (Adv/Disporapar/Bpp)











