Ekonomi Balikpapan Melonjak di 2025, Pertumbuhan Tembus 10,24 Persen

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Kinerja ekonomi Kota Balikpapan sepanjang tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 10,24 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 3,23 persen.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyampaikan bahwa lonjakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh sejumlah sektor utama, terutama industri pengolahan.

“Kontribusi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 48,31 persen, diikuti konstruksi 12,8 persen serta transportasi dan pergudangan 11,59 persen,” ujarnya, Selasa (14/4/2026). 

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator kesejahteraan masyarakat juga menunjukkan tren positif. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita meningkat dari Rp214 juta pada 2024 menjadi Rp233 juta pada 2025.

Di sisi lain, inflasi Kota Balikpapan tetap terkendali di angka 2,71 persen, bahkan menjadi yang terendah di antara kabupaten/kota di Kalimantan Timur.

Capaian pembangunan manusia juga mengalami peningkatan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Balikpapan tercatat sebesar 83,23 atau naik 0,61 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan angka tersebut, Balikpapan menempati posisi kedua terbaik di Kalimantan Timur.

Dari sektor ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan menjadi 5,84 persen, dari sebelumnya 6,22 persen pada 2024. Penurunan juga terjadi pada angka kemiskinan yang turun dari 2,23 persen menjadi 1,97 persen pada 2025.

Namun demikian, ketimpangan pendapatan masih menjadi perhatian. Indeks Gini tercatat meningkat tipis dari 0,324 menjadi 0,325.

“Beberapa permasalahan seperti pengangguran, kemiskinan, serta ketimpangan masih menjadi bahan evaluasi pemerintah,” kata Bagus.

Ia menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi Kota Balikpapan, mulai dari persoalan banjir, keterbatasan sarana dan prasarana, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah Kota Balikpapan, lanjutnya, akan terus berupaya menghadirkan pembangunan yang lebih merata dan inklusif, sejalan dengan visi menjadikan Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara yang nyaman dihuni, modern, dan sejahtera.

“Dukungan masyarakat dan DPRD sangat diperlukan dalam merumuskan langkah-langkah strategis agar berbagai persoalan kota dapat diatasi secara berkelanjutan,” tutupnya. (Adv/Diskominfo/Bpp)