GARVI.ID, BALIKPAPAN – Fraksi Gerindra DPRD Balikpapan, melalui anggota Rahmatiah, menyoroti isu strategis dalam pandangan umum terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang APBD Kota Balikpapan Tahun Anggaran 2025. Fokus utama yang disampaikan meliputi pengelolaan pendapatan daerah dan antisipasi dampak ekonomi global terhadap Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Senin (18/11/2024).
Menurut Rahmatiah, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan harus terus dioptimalkan. Ia mendorong penerapan maksimal Perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta memberikan apresiasi terhadap target peningkatan retribusi parkir pinggir jalan sebesar Rp4 miliar pada 2024. Namun, ia menggarisbawahi pentingnya terobosan baru agar target tersebut dapat bersaing dengan kota-kota lain, seperti Solo yang mencapai Rp6,3 miliar dan Malang dengan Rp17 miliar.
“Jumlah kendaraan bermotor di Balikpapan cukup besar. Pemkot harus mencari cara kreatif untuk mengoptimalkan potensi ini, termasuk pengelolaan parkir vertikal yang bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan,” kata Rahmatiah.
Rahmatiah juga menyoroti pengaruh dinamika ekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah, terhadap perdagangan internasional. Meski demikian, ia menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi Balikpapan sebesar 5,85% pada 2025 dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor ekonomi lokal dan mendukung pembangunan proyek strategis nasional.
Dalam sektor pendidikan, Fraksi Gerindra meminta agar alokasi 20% APBD untuk pendidikan digunakan secara proporsional. Salah satunya dengan memberikan subsidi uang pangkal bagi siswa kurang mampu di sekolah swasta. Langkah ini, menurut Rahmatiah, dapat membantu pemerataan akses pendidikan di Balikpapan.
“Subsidi ini akan memberikan dampak positif bagi siswa kurang mampu sekaligus meningkatkan kualitas sekolah swasta di Balikpapan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa Fraksi Gerindra akan terus mengawasi pelaksanaan kebijakan anggaran untuk memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Dalam setiap kebijakan anggaran, kami akan memastikan bahwa hasilnya benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas,” tutup Rahmatiah.
Dengan fokus pada optimalisasi PAD dan pemerataan akses pendidikan, Fraksi Gerindra menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan Balikpapan yang berkelanjutan. (Adv/DPRD/BPP)









