GARVI.ID, BALIKPAPAN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Gasali, memberikan apresiasi terhadap keberlanjutan program seragam gratis dan subsidi SPP untuk sekolah swasta yang bermitra dengan pemerintah. Program ini dinilai sangat membantu masyarakat dan menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan.
Ia menilai, program seragam gratis yang telah berjalan selama empat tahun ini berhasil mengurangi beban ekonomi masyarakat, terutama orang tua siswa. Ia berharap agar ke depannya program ini bisa menjangkau lebih banyak siswa.
“Program ini sangat luar biasa, sudah memasuki tahun keempat. Harapan kita ke depan, bukan hanya siswa baru saja yang mendapatkan, tapi seluruh siswa bisa diakomodasi,” ujar Gasali saat ditemui di SMP Negeri 27 Balikpapan, Rabu (16/7/2025).
Selain program seragam, pemerintah kota juga menggulirkan subsidi SPP bagi sekolah swasta yang telah menjalin kerja sama. Subsidi ini diberikan secara penuh.
“Ini subsidi 100 persen. Jadi bukan pemotongan, tapi benar-benar diberikan secara penuh untuk sekolah swasta mitra pemerintah. Ini sangat membantu sekolah dan juga meringankan beban orang tua siswa,” jelasnya.
Ia mengatakan, DPRD melalui Komisi IV sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan akan terus mendukung kebijakan yang berpihak pada masyarakat, terutama di sektor pendidikan. Dukungan anggaran akan terus dikawal agar program-program prioritas kepala daerah bisa berkelanjutan.
“Kita mendukung penuh, karena ini bagian dari visi dan misi kepala daerah. Pendidikan harus jadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain program yang sudah berjalan, DPRD juga mendorong agar ke depan program seragam gratis dan subsidi SPP bisa terus diperluas. Hal ini, menurutnya, sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah.
“Kalau anggaran kita memungkinkan, bukan tidak mungkin ke depannya semua siswa bisa mendapatkan manfaat. Kami di DPRD siap mendukung,” pungkasnya.
Program pendidikan di Kota Balikpapan, termasuk seragam gratis dan subsidi SPP, mendapat respons positif dari masyarakat. Diharapkan, melalui program ini tidak ada lagi anak-anak yang kesulitan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi. (Adv/DPRD/BPP)
