GratisPol Ringankan Beban Orang Tua, Hampir 3.000 Mahasiswa Poltekba Jadi Penerima Manfaat

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Program Beasiswa GratisPol yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) dinilai membawa dampak besar terhadap perluasan akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Poltekba, Candra Irawan, S.T., M.Si, menyebutkan sepanjang 2025 program tersebut telah menjangkau hampir 3.000 mahasiswa di lingkungan kampus Poltekba.

Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap dukungan pembiayaan pendidikan sekaligus memperlihatkan luasnya cakupan manfaat program GratisPol.

“Pada tahun 2025, hampir 3.000 mahasiswa Poltekba telah terfasilitasi melalui beasiswa GratisPol. Program ini sangat membantu, terutama bagi orang tua mahasiswa yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan anaknya,” kata Candra, Senin (22/6/2026). 

Ia menjelaskan, program GratisPol memberi dampak nyata terhadap keberlangsungan pendidikan mahasiswa. Kehadirannya menjadi solusi bagi keluarga yang menghadapi tekanan ekonomi, sehingga dapat mengurangi beban biaya kuliah.

Selain itu, GratisPol juga dinilai menjadi alternatif penting bagi mahasiswa yang tidak masuk dalam skema bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, namun tetap berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi rentan.

“Bagi mahasiswa yang tidak terakomodasi KIP, GratisPol menjadi sangat penting karena memberikan kesempatan untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Candra menilai angka hampir 3.000 penerima manfaat bukan sekadar data statistik, melainkan mencerminkan kebutuhan riil masyarakat terhadap dukungan pendidikan.

Program tersebut juga diyakini mampu menekan potensi mahasiswa putus kuliah akibat kendala ekonomi sekaligus memperkuat upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.

Meski pelaksanaannya berjalan baik, Poltekba juga memberikan sejumlah masukan terkait aspek teknis program, khususnya pada sistem pendataan dan verifikasi penerima beasiswa.

Pihak kampus mengusulkan adanya verifikasi manual di tingkat internal sebagai pelengkap sistem database yang dikelola pemerintah provinsi. Langkah itu dinilai penting untuk mengantisipasi kemungkinan perbedaan maupun ketidaksesuaian data administrasi.

“Perlu ada verifikasi manual di internal Poltekba. Jadi ketika terdapat perbedaan atau kerancuan data di database provinsi, kami memiliki data pembanding yang lebih akurat,” jelas Candra.

Menurutnya, integrasi sistem digital dengan verifikasi manual dapat meningkatkan akurasi data, memperkuat transparansi, serta memastikan bantuan tepat sasaran.

Di sisi lain, Candra memastikan proses pendistribusian bantuan GratisPol di Poltekba secara umum berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Alhamdulillah pendistribusian berjalan lancar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Timur atas program ini. Harapan kami program ini dapat terus berlanjut karena manfaatnya sangat besar,” ucapnya.

Ke depan, Poltekba berharap program GratisPol tidak hanya berlanjut, tetapi juga terus disempurnakan dari sisi tata kelola, sistem verifikasi, hingga perluasan cakupan penerima manfaat.

Dengan menjangkau hampir 3.000 mahasiswa hanya di satu institusi pendidikan, GratisPol dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam pemerataan akses pendidikan tinggi di Kalimantan Timur serta investasi bagi peningkatan kualitas generasi muda di masa mendatang. (/ba)