GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pembangunan fasilitas kesehatan di Balikpapan terus bergerak, meski tidak semua berjalan mulus. Di satu sisi, pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Timur dipastikan tetap berlanjut sesuai skema multiyears. Di sisi lain, proyek pembangunan Rumah Sakit Balikpapan Barat harus berhenti sementara karena persoalan penyelesaian pekerjaan oleh kontraktor pelaksana.
Kabar tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan, Budiono, usai menghadiri rapat paripurna di Hotel Grand Senyiur, Kamis (20/11/2025). Ia menjelaskan bahwa pembangunan RS Balikpapan Timur tetap melaju karena tidak memiliki kendala administratif. Namun kondisi berbeda dialami RS Balikpapan Barat, yang kini berada pada fase evaluasi menyeluruh.
“Untuk Balikpapan Timur, semua berjalan sesuai rencana. Tetapi untuk RS Balikpapan Barat, kita harus menahan dulu proses pembangunannya sampai kontraktor menyelesaikan tanggung jawab yang telah disepakati,” ujar Budiono. Menurutnya, penghentian sementara ini bukan untuk memperlambat layanan publik, melainkan memastikan penataan proyek berjalan lebih tertib.
Dari sisi anggaran, proyek RS Balikpapan Barat menelan biaya sekitar Rp84 miliar. Namun hingga saat ini, pengerjaannya baru mencapai sekitar 19 persen. Ketidaksesuaian antara laporan progres dan kondisi fisik inilah yang membuat pemerintah daerah tidak bisa langsung melanjutkan kontrak maupun membuka tahap pembangunan berikutnya.
“Pemerintah harus berhati-hati. Ketika progres belum mencapai titik yang seharusnya, kita tidak bisa langsung menambah kontrak atau memindahkannya ke tahap berikut. Tanggung jawab pekerjaan yang sudah dibayar perlu diselesaikan dulu,” jelasnya.
DPRD turut mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pengawasan dalam setiap tahapan pembangunan fasilitas kesehatan. Tujuannya agar proyek strategis seperti rumah sakit tidak kembali terhambat oleh persoalan administrasi maupun teknis di lapangan. Evaluasi yang cermat dinilai menjadi langkah penting agar proses pembangunan ke depan lebih stabil dan dapat dinikmati masyarakat.
Budiono berharap penataan ulang proyek RS Balikpapan Barat dapat segera tuntas, sehingga masyarakat di wilayah tersebut tidak terlalu lama menunggu kehadiran rumah sakit yang mereka butuhkan. “Warga tentu ingin pelayanan kesehatan lebih dekat dan mudah dijangkau. Semoga masalah ini cepat selesai dan pembangunan bisa berjalan lagi,” ujarnya. (Adv/DPRD/Bpp)










