GARVI.ID, BALIKPAPAN — Sebanyak 15 kader dari wilayah kerja Puskesmas Karang Jati mengikuti praktik lapangan Pelatihan 25 Keterampilan Kader yang dilaksanakan di Posyandu Karya Kencana 39, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pelatihan digital yang berlangsung sejak 3 November hingga 16 November 2025 mendatang melalui Learning Management System (LMS).
Pelatihan tersebut difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Balikpapan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Kalimantan Timur. Tujuannya untuk memperkuat kapasitas kader posyandu dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas kepada masyarakat.
Kepala Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayu Anggraini, MARS, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat kelurahan. ILP merupakan program pemerintah yang menghadirkan layanan kesehatan terpadu untuk seluruh siklus kehidupan, mulai dari bayi dan balita, ibu hamil dan menyusui, remaja, usia produktif, hingga lansia.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin para kader memahami lebih dalam konsep dan penerapan Posyandu ILP. Kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, sehingga peningkatan kemampuan mereka akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan program kesehatan,” ujar dr. Niken.
Ia menambahkan, sistem pelatihan berbasis digital memberikan kemudahan bagi peserta untuk belajar secara mandiri dan fleksibel, sekaligus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi di bidang kesehatan.
“Penggunaan LMS dalam pelatihan ini merupakan inovasi yang memudahkan kader untuk memahami materi dan berinteraksi dengan instruktur tanpa batasan ruang dan waktu,” jelasnya.
Pelatihan ini juga menjadi sarana evaluasi dan praktik langsung bagi para kader untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama pembelajaran daring. Dengan demikian, mereka dapat langsung menerapkan keterampilan tersebut dalam kegiatan posyandu di wilayah masing-masing.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, kader dapat memberikan pelayanan posyandu yang lebih optimal. Tujuan akhirnya tentu untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Balikpapan, khususnya warga Kelurahan Karang Jati,” tutup dr. Niken.
Program pelatihan ini diharapkan menjadi contoh pengembangan sumber daya manusia kesehatan di tingkat dasar yang adaptif terhadap teknologi dan kebutuhan masyarakat. (Adv/Puskesmas/Bpp)











