GARVI.ID, BALIKPAPAN – PT Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) tengah menangani kebocoran pipa distribusi air berdiameter 300 mm jenis PVC di Jalan A. Yani, tepatnya di depan Depot Soto Kuin, kawasan Gunung Sari. Akibat perbaikan ini, PTMB harus menutup sementara gate valve, yang menyebabkan gangguan pasokan air bersih di sejumlah wilayah Balikpapan.
Adelina, Staf Ahli Humas PTMB, menyebutkan bahwa kebocoran ini membutuhkan penanganan segera untuk mencegah kerusakan yang lebih besar. “Proses perbaikan diperkirakan memakan waktu sekitar 5 jam. Namun, kami berupaya menyelesaikannya lebih cepat agar suplai air segera normal kembali. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya, Senin (20/11/2024).
Beberapa wilayah terdampak di antaranya Gunung Sari, Belakang Toko Utama, Jalan Banjar, Jalan Milono, Telagasari, dan Telogo Rejo. PTMB mengimbau pelanggan di wilayah ini untuk mempersiapkan kebutuhan air secukupnya selama masa perbaikan.
“Pelanggan diharapkan menggunakan air dengan bijak selama proses perbaikan berlangsung,” tambah Adelina. Ia juga menyampaikan bahwa informasi terbaru akan disampaikan melalui kanal resmi PTMB, termasuk media sosial dan layanan pelanggan.
Menurut Adelina, kebocoran pipa ini kerap terjadi karena usia infrastruktur, tekanan air, atau faktor eksternal lainnya. Perbaikan ini merupakan bagian dari upaya PTMB untuk menjaga kelancaran dan kualitas distribusi air bersih bagi pelanggan.
“Kami terus melakukan evaluasi dan pemeliharaan secara berkala untuk meminimalkan risiko gangguan serupa di masa depan,” jelasnya.
PTMB menegaskan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur distribusi air demi memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. “Kami sangat mengapresiasi kesabaran dan dukungan masyarakat selama proses ini. Kolaborasi ini membantu kami menyelesaikan pekerjaan lebih efisien,” tutup Adelina.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti pembaruan resmi dari PTMB. Diharapkan suplai air bersih dapat kembali normal sesegera mungkin agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam waktu lama. (*)
