GARVI.ID, BALIKPAPAN – Sirkuit BMC Kilometer 10, Jalan Soekarno-Hatta, Balikpapan, kembali menjadi arena balap motocross. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) GTX Motocross PUT 3 Regional Kalimantan akan berlangsung pada 3-4 Oktober 2026.
Ajang tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI. Kejuaraan ini menjadi momentum kembalinya kompetisi motocross berskala nasional di Balikpapan setelah sekitar dua tahun vakum.
Ketua Panitia Penyelenggara, H. Ahmad Rustam, mengatakan pelaksanaan kejurnas merupakan hasil kolaborasi Samurai MX, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan, Ikatan Motor Indonesia (IMI), dan TNI.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kompetisi balap. Panitia juga menyiapkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama kegiatan berlangsung serta pembagian 100 paket sembako.
“Bukan hanya balapan yang kami hadirkan. Masyarakat juga dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Layanannya dibuka mulai pukul 09.00 Wita dan gratis untuk masyarakat,” ujar Ahmad, Jumat (2/10/2026).
Dari sisi peserta, hingga saat ini tercatat sekitar 80 pembalap telah melakukan pendaftaran. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah dan panitia memperkirakan total starter dapat mencapai sekitar 300 pembalap.
Ketua IMI Balikpapan, Lanang Wiweka, mengatakan Kejurnas GTX Motocross PUT 3 Regional Kalimantan menjadi bagian dari sistem kompetisi regional yang mempertemukan pembalap dari lima provinsi di Kalimantan.
Sebanyak 19 kelas akan diperlombakan. Komposisinya terdiri dari tujuh kelas utama dan 12 kelas pendukung atau supporting class.
“Total ada 19 kelas yang dipertandingkan. Tujuh merupakan kelas utama dan 12 lainnya supporting class. Untuk masing-masing kelas, penilaian akan menentukan pembalap hingga posisi kelima,” jelas Lanang.
Persaingan tidak hanya menawarkan gelar juara dan perolehan poin regional. Panitia juga menyiapkan hadiah utama berupa empat unit sepeda motor.
Dua unit diperuntukkan bagi pemenang kelas utama, sedangkan dua unit lainnya disiapkan untuk kategori supporting class.
Untuk arena pertandingan, lintasan yang digunakan memiliki panjang sekitar 1,2 kilometer dalam setiap putaran. Adapun jumlah putaran pada babak final akan ditentukan pimpinan lomba dengan mempertimbangkan kondisi dan aspek teknis perlombaan.
Steward IMI Pusat, Ariono, menambahkan, kompetisi tidak hanya terbuka bagi pembalap dari wilayah Kalimantan. Panitia juga menyediakan kelas open yang dapat diikuti peserta dari luar pulau.
Sejumlah pembalap dari Jawa, Bali, hingga Sumatera disebut telah hadir dan mengikuti sesi latihan. Namun, jumlah keseluruhan peserta dari luar Kalimantan masih dalam tahap pendataan.
“Ini merupakan Kejurnas Region 4 Kalimantan dengan peserta dari lima provinsi di Kalimantan. Selain itu, tersedia kelas open bagi pembalap dari luar Kalimantan. Saat latihan sudah terlihat beberapa peserta dari Jawa, Bali, dan Sumatera,” kata Ariono. (/*)
