GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kelangkaan BBM jenis Pertamax dan Pertamax Turbo di Balikpapan dalam empat hari terakhir memicu keprihatinan dari berbagai kalangan, termasuk Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Balikpapan. Mereka menilai Pertamina lambat merespons krisis ini, sementara masyarakat makin kesulitan mendapat BBM nonsubsidi.
Ketua JMSI Balikpapan, David Purba, turut mengalami langsung dampaknya. Ia menyebut antrean kendaraan di SPBU mengular hingga beberapa kilometer sejak akhir pekan.
“Semalam saya tanya langsung ke operator SPBU, jawabannya singkat: ‘tidak ada pasokan Pertamax’. Ini sudah empat hari tidak jelas,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/5/2025).
David menyayangkan sikap Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan yang dinilainya pasif menghadapi situasi ini. Menurutnya, tidak ada penjelasan terbuka dari pihak Pertamina soal akar masalah gangguan distribusi BBM.
“Sementara yang justru aktif memberi penjelasan malah Pemprov Kaltim dan DPRD Balikpapan. Padahal bukan mereka yang pegang distribusi,” tambahnya.
David menilai, kelangkaan ini tak sekadar menyulitkan, tapi sudah mengganggu kehidupan sehari-hari dan kegiatan ekonomi warga. Apalagi, belum lama ini publik juga dibuat resah oleh kasus dugaan kerusakan kendaraan akibat BBM bermasalah.
“Baru saja masyarakat terguncang dengan kasus BBM merusak mesin, sekarang dihadapkan lagi dengan kelangkaan. Pertamina jangan cuma minta maaf, tapi tampil dan sampaikan data ke publik,” tegas David.
JMSI Balikpapan mendesak agar Pertamina Patra Niaga bertanggung jawab secara terbuka dan menjelaskan detail pasokan serta solusi ke depan. Menurut David, transparansi adalah harga mati untuk memulihkan kepercayaan publik.
Sementara itu, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Dalam pernyataannya, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga, Edi Mangun, menyebut pasokan Pertamax mulai masuk sejak Senin (19/5/2025) malam.
“Tanker sudah sandar dan produk Pertamax mulai didistribusikan ke SPBU di Balikpapan sejak pukul 23.54 Wita. Suplai dari Samarinda juga tetap berjalan,” jelas Edi.
Pertamina memastikan akan terus memantau proses distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi. (*)











