GARVI.ID, BALIKPAPAN — Tidak hanya mengedukasi soal tanaman obat, Puskesmas Karang Jati juga mengembangkan layanan pengobatan tradisional dengan mengombinasikan pemanfaatan Toga dan teknik akupresur. Kombinasi ini dinilai efektif untuk membantu meredakan berbagai keluhan seperti pegal, gangguan pencernaan, hingga asam urat.
Penanggung jawab program Toga dan akupresur, Rahmatia, Amd. Farm, menjelaskan bahwa akupresur dilakukan dengan memijat titik tertentu di tubuh yang berkaitan dengan keluhan pasien. Setelah itu, pasien dianjurkan mengonsumsi ramuan Toga sesuai kebutuhan.
“Akupresur itu teknik pemijatan. Jadi kami ajarkan masyarakat titik-titik mana yang harus dipijat, lalu dikombinasikan dengan minum ramuan. Jadi satu paket,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Beberapa jenis tanaman yang digunakan dalam layanan Toga antara lain jahe, lengkuas, daun salam, dan daun iodium. Daun salam, misalnya, dapat diminum untuk membantu mengatasi kolesterol atau asam urat.
“Daun salam itu tidak hanya untuk masak, tapi bisa bantu asam urat dan kolesterol,” kata Rahmatia.
Sementara itu, daun iodium digunakan sebagai alternatif antiseptik alami untuk luka gores. Getahnya memiliki fungsi serupa bahan dasar Betadine yang dikenal sebagai pencegah infeksi ringan.
Menurutnya, meski area Toga di halaman Puskesmas beberapa kali rusak, sejumlah tanaman masih bisa dimanfaatkan sebagai percontohan bagi warga agar bisa menanamnya sendiri di rumah.
“Kami hanya menyediakan percontohan. Harapannya masyarakat punya Toga di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Program Toga dan akupresur ini terus digerakkan melalui posyandu dan kegiatan edukasi lapangan, sejalan dengan misi Puskesmas dalam meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan. (Adv/Puskesmas/Bpp)












