Listrik Balikpapan Padam Berulang, Warga Resah dan Penjelasan PLN Dipertanyakan

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi berulang kali dalam beberapa hari terakhir semakin meresahkan warga Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam sehari, pemadaman bahkan dilaporkan terjadi hingga dua kali dan berlangsung selama berjam-jam, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemadaman terjadi di sejumlah wilayah yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Balikpapan. Wilayah terdampak meliputi sebagian Balikpapan Barat, Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah, Balikpapan Timur, Balikpapan Selatan, hingga Balikpapan Kota.

Pemadaman juga terjadi pada siang hari, ketika aktivitas masyarakat sedang berlangsung. Di Balikpapan Timur, misalnya, listrik dilaporkan padam pada Senin (19/10/2026) pukul 18.00 hingga 21.00 Wita. Keesokan harinya, Selasa (20/10/2026), pemadaman kembali terjadi sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 Wita.

Kondisi tersebut membuat warga harus menyesuaikan aktivitas dengan jadwal pemadaman yang berulang. Gangguan pasokan listrik juga berpotensi menghambat kegiatan usaha dan pelayanan yang bergantung pada listrik.

Sebelumnya, PLN telah mengeluarkan pengumuman terkait pemadaman pada Senin (19/10/2026). Dalam pengumuman tersebut, PLN menyebut adanya gangguan pada sejumlah pembangkit yang berdampak terhadap sebagian wilayah kerja PLN ULP Balikpapan Selatan.

Akibat gangguan itu, aliran listrik di sejumlah lokasi dihentikan sementara. Wilayah terdampak antara lain Jalan Stalkuda, Rutan, Lapas, SPN Brimob, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jalan Pupuk, kawasan Uniba, Jalan Mulawarman, PJHI, Jalan Pemuda, AURI, Batakan, Prona, Jalan Telaga Mas, Perumahan Borneo Paradiso, Palm Hills, Daksa, dan sekitarnya.

Namun, pengumuman tersebut belum merinci jenis gangguan teknis yang terjadi pada pembangkit maupun penyebab gangguan pasokan listrik yang berdampak pada sejumlah wilayah tersebut.

Penjelasan yang terbatas pada adanya gangguan pembangkit membuat penyebab pemadaman berulang belum terjawab secara terperinci. Masyarakat membutuhkan informasi yang lebih jelas mengenai sumber gangguan, langkah penanganan, serta perkiraan pemulihan pasokan listrik.

Pemadaman listrik di Balikpapan sendiri dilaporkan telah terjadi sejak September 2026. Namun, hingga berita ini disusun, belum terdapat penjelasan terperinci dalam bahan informasi yang dihimpun mengenai penyebab rangkaian pemadaman tersebut.

Persoalan ini turut disinggung saat kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Kalimantan Timur, dalam agenda peresmian pengembangan proyek Jangkrik North East 6 (JNE-6) dan Lapangan Maha-South Hub.

Ketika ditanya mengenai pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kalimantan Timur, khususnya Balikpapan, Bahlil belum memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia meminta agar persoalan tersebut dikonfirmasi kepada PLN.

“Iya, ya, nanti dengan PLN ya, nanti dengan PLN. Saya hari ini bicara tentang migas dulu ya. Terima kasih ya, teman-teman ya,” ujar Bahlil singkat. (/*)