Pameran HUT Dekranas ke-45 di Balikpapan Banjir Pengunjung, Transaksi Capai Puluhan Juta per Hari

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan menjadi tuan rumah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome sejak Rabu, 9 Juli 2025. Hingga hari kedua pelaksanaan, animo warga terlihat tinggi dengan membanjiri area stand ekspo yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Tercatat sebanyak 170 stan ekspo dari 38 provinsi serta lebih dari 80 UMKM lokal Balikpapan ikut ambil bagian dalam pameran. Produk-produk unggulan seperti batik, tenun, manik-manik, kerajinan tangan, hingga kuliner. 

Ketua Dekranasda Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menyampaikan rasa bangganya terhadap penyelenggaraan kegiatan nasional ini. Ia juga menyoroti tingginya nilai transaksi dari kegiatan ekspo.

“Alhamdulillah, hasilnya luar biasa. Tadi saya dengar  ada yang bisa meraup penghasilan hingga Rp40 juta dalam satu hari. Ini pertanda perekonomian daerah mulai menggeliat,” ungkap Nurlena di sela kunjungannya, Kamis (10/7/2025) malam.

Menurutnya, kesuksesan acara tak lepas dari kerja sama panitia dan semangat gotong royong sejak awal persiapan. Ia menyebutkan bahwa BSCC Dome dipilih sebagai lokasi karena berada di jantung kota Balikpapan dan mudah diakses masyarakat.

“Setiap malam makin ramai, karena warga pulang kerja langsung ke sini. Mereka antusias melihat hasil karya tangan-tangan perajin dari seluruh Indonesia. Ini bukti bahwa produk lokal memiliki daya tarik yang luar biasa,” ujarnya.

Nurlena juga menyebutkan bahwa Balikpapan layak disebut sebagai miniaturnya Indonesia karena keberagaman etnis dan budaya yang hidup berdampingan di kota ini. Sebanyak 122 paguyuban daerah tercatat ada di Balikpapan. 

“Saya pribadi memborong banyak produk, karena ini bentuk cinta dan dukungan kita terhadap kearifan lokal. Cara kita membantu para perajin adalah dengan membeli hasil karya mereka,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran media sosial dalam mempromosikan produk lokal, khususnya di kalangan generasi muda.

“Zaman sudah berubah. Sekarang promosi harus melalui media sosial. Anak-anak muda bisa jadi ujung tombak promosi dengan gaya dan selera mereka sendiri,” pungkasnya.

Pameran akan berlangsung hingga Jumat, 11 Juli 2025. Beberapa peserta bahkan mengaku kehabisan stok. (Adv/Diskominfo/BPP) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *