GARVI.ID, BALIKPAPAN – Masyarakat Kalimantan kini memiliki akses baru untuk mendapatkan emas fisik. PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah IV Balikpapan meluncurkan ATM Emas pertama di Pulau Kalimantan di Kantor Cabang Damai, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 38, Stalkuda, Balikpapan, Rabu (14/10/2026).
Melalui mesin tersebut, nasabah dapat mencetak saldo tabungan emas menjadi emas fisik tanpa harus melalui proses pemesanan dan menunggu distribusi seperti sebelumnya. Proses transaksi hingga emas keluar dari mesin diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima menit.
Regional CEO PT Pegadaian (Persero) Kalimantan, Rinaldi Lubis, mengatakan kehadiran ATM Emas merupakan bagian dari pengembangan layanan perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas. Secara nasional, Pegadaian kini mengoperasikan 20 unit ATM Emas.
“Harapan kami melalui ATM Emas ini, masyarakat yang ingin memegang emas fisiknya hari itu juga bisa langsung mendapatkannya,” kata Rinaldi.
Penggunaan mesin tersebut terintegrasi dengan aplikasi Tring. Nasabah perlu memiliki saldo tabungan emas dan menghubungkan rekening bank melalui aplikasi untuk memenuhi persyaratan transaksi. Proses pendaftaran dan registrasi juga dapat dilakukan secara daring dari rumah.
ATM Emas menyediakan pilihan denominasi mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Setiap nasabah dibatasi maksimal 10 transaksi per hari. Untuk pencetakan saldo tabungan menjadi emas fisik, nasabah dikenakan biaya cetak.
Selain pencetakan emas, mesin ini juga menyediakan fitur pembelian emas secara langsung. Dengan demikian, masyarakat dapat membeli emas melalui ATM tersebut tanpa harus terlebih dahulu memiliki rekening tabungan emas.
Pegadaian juga membuka akses tabungan emas melalui kantor cabang maupun aplikasi mitra perbankan. Saat ini, perusahaan bekerja sama dengan 13 mitra, termasuk BRI, BCA, dan CIMB Niaga.
Rinaldi menyebut potensi pasar emas di Kalimantan cukup besar. Berdasarkan data internal perusahaan, total tabungan emas masyarakat di seluruh Pulau Kalimantan mencapai 1,5 ton, dengan sekitar 1,2 juta nasabah aktif.
Meski demikian, ia mengakui satu unit mesin belum dapat menjangkau seluruh kebutuhan nasabah di wilayah Kalimantan. Pegadaian berharap kehadiran layanan ini tidak hanya mempermudah nasabah lama memperoleh emas fisik, tetapi juga menarik minat masyarakat untuk mulai berinvestasi emas.
Perwakilan Divisi Bullion Pegadaian, Dea, mengatakan distribusi ATM Emas saat ini telah menjangkau seluruh kantor wilayah perusahaan. Penambahan unit masih terbuka untuk dilakukan pada tahun berikutnya.
“Tidak menutup kemungkinan pada tahun berikutnya kami akan menambah jumlah unit ATM Emas,” ujarnya.
Terkait kendala teknis, nasabah dapat meminta bantuan petugas di outlet setempat atau menghubungi pusat layanan melalui aplikasi Tring. Pegadaian menyebut penanganan kendala transaksi dapat memerlukan waktu sekitar 15 hari kerja.
Peluncuran di Balikpapan ini menjadi langkah awal pengembangan akses ATM Emas di Kalimantan. Namun, perluasan layanan masih diperlukan agar kemudahan memperoleh emas fisik dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. (/*)











