GARVI.ID, BALIKPAPAN – PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) menegaskan komitmennya dalam mendukung kelancaran logistik dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan dalam jumpa pers yang digelar di kantor PT KKT, Kariangau, Balikpapan Barat, Rabu (30/7/2025).
Direktur Utama PT KKT, Enriany Muis, menjelaskan bahwa perusahaan ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Pusat melalui Subholding Pelindo Terminal Petikemas dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami hadir untuk meningkatkan efisiensi layanan pelabuhan di Kaltim, khususnya di Balikpapan,” jelas Enriany.
Menurutnya, posisi strategis PT KKT yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II dan terintegrasi dengan Kawasan Industri Kariangau memberi keunggulan logistik yang signifikan. Ditambah lagi dengan akses yang menghubungkan antarprovinsi, draft laut sedalam 14 meter LWS, serta fasilitas pendukung berskala besar.
Enriany menegaskan, PT KKT telah memenuhi standar keamanan internasional dengan kepemilikan status kawasan Pabean dan Tempat Penimbunan Sementara. Pelayanan pelabuhan didukung dengan sistem komputerisasi, tenaga kerja terampil, dan fasilitas bongkar muat modern.
“Kami terus bertransformasi melalui program Quick Win sejak Maret 2024, untuk mendorong standardisasi dan percepatan layanan,” ungkapnya.
Dari sisi kinerja, hingga Juni 2025, arus peti kemas yang ditangani KKT mendekati target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Sementara proyek pengembangan infrastruktur di kilometer 8 juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari visi jangka panjang.
Kepala Sekretaris Perusahaan PT KKT, Tani Wijaya Rusdi, menambahkan bahwa throughput domestik pada semester pertama tahun ini mencapai 97 ribu unit. Namun pergerakan peti kemas internasional masih minim.
“Volume terbanyak memang dari domestik, kalau internasional masih di angka ratusan saja,” ujar Tani.
Meski begitu, Tani tetap optimistis terhadap tren ke depan. Ia memperkirakan pergerakan peti kemas bisa menyentuh 200 ribu unit hingga akhir tahun, meski mengakui situasi ekonomi yang lesu turut memengaruhi pencapaian target.
“Kondisi ekonomi nasional sangat berdampak. Konsumsi turun, lalu lintas barang juga ikut melemah, sehingga target kami ikut menyesuaikan,” kata Tani.
Ia memastikan PT KKT tetap menjaga kualitas pelayanan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah, termasuk Service Level Agreement (SLA) dan Service Level Guarantee (SLG). (*)
