GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mengevaluasi penerapan pola baru penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi setelah diberlakukan selama satu hari. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kebijakan tersebut mampu mengurangi kepadatan antrean sekaligus memberikan pelayanan yang lebih tertib kepada masyarakat.
Asisten I Tata Pemerintahan Kota Balikpapan, Zulkifli, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya perbedaan kondisi antrean pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Salah satu perubahan terlihat pada penyaluran Biosolar di SPBU Kilometer (KM) 13. Antrean kendaraan di lokasi tersebut disebut jauh lebih berkurang dibandingkan sebelumnya.
“Untuk antrean pengisian solar di KM 13 dan KM 15, di KM 13 ini landai, bahkan sangat lengang. Antreannya sangat berkurang jauh, tetapi kita lihat masih cukup padat di KM 15,” ujar Zulkifli, Rabu (2/9/2026).
Dalam pola yang saat ini diterapkan, SPBU KM 13 melayani kendaraan roda enam atau lebih dengan jumlah berat yang diperbolehkan (JBB) di atas 10 ton, terutama kendaraan angkutan barang.
Sementara itu, kendaraan roda enam dengan JBB di bawah 10 ton serta kendaraan roda empat diarahkan untuk mendapatkan Biosolar di SPBU KM 15.
Namun, kondisi antrean pada hari pertama membuka kemungkinan adanya penyesuaian. Pemkot Balikpapan tengah mempertimbangkan agar kendaraan dengan JBB di bawah 10 ton juga dapat mengisi Biosolar di SPBU KM 13.
“Karena satu hari pemberlakuan ini kelihatan antreannya sangat longgar, nanti kita akan buka yang JBB 10 ton ke bawah juga bisa mengisi di KM 13,” jelasnya.
Zulkifli menegaskan, opsi tersebut belum menjadi keputusan final. Pemkot masih akan melakukan evaluasi setidaknya selama satu pekan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan serta masukan dari masyarakat, termasuk pengemudi, camat dan lurah.
“Ini masih konsep. Kita masih lanjutkan evaluasinya selama minimal seminggu,” katanya.
Selain Biosolar, pemerintah juga memantau penerapan pola baru pengisian Pertalite bagi kendaraan roda empat di SPBU Jalan MT Haryono.
Pada hari pertama, antrean kendaraan justru terlihat lebih panjang. Untuk mengatasinya, Pemkot membuka alternatif pelayanan di kawasan depan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan pada malam hari.
“Pengisian tidak hanya di MT Haryono, tetapi kita juga buka di depan bandara. Malam sama-sama dibuka supaya antreannya bisa terbagi,” ujarnya.
Pemkot juga meminta pengelola SPBU memaksimalkan seluruh nozzle yang tersedia. Koordinasi penambahan nozzle turut dilakukan agar proses pengisian dapat berlangsung lebih cepat dan waktu tunggu masyarakat dapat ditekan.
Evaluasi akan terus dilakukan untuk mendapatkan pola penyaluran BBM bersubsidi yang lebih efektif dan sesuai dengan kondisi di lapangan. (Adv/Diskominfo/Bpp)
