GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk menjamin setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak, tanpa terkecuali. Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak di Kota Beriman yang tertinggal dari akses pendidikan formal.
“Semua warga harus difasilitasi untuk mendapatkan pendidikan. Jangan sampai ada anak-anak kita yang tidak sekolah,” tegas Rahmad, Jumat (4/7/2025).
Pernyataan ini disampaikan di tengah berlangsungnya proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2025, yang masih menyisakan tantangan klasik: keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Data terbaru mencatat hanya sekitar 6.000 kursi tersedia di SMP negeri, dari total lebih dari 11.000 lulusan SD tahun ini.
Namun, Rahmad menyebut bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot telah membangun empat SMP negeri baru yang tersebar di wilayah barat, timur, tengah, dan selatan kota. Yakni SMPN 25 hingga SMPN 28.
“Kami sadar daya tampung sekolah negeri belum cukup. Karena itu, kami juga menggandeng 13 sekolah swasta berkualitas untuk ikut menampung siswa dari keluarga tidak mampu. Biaya sekolah mereka kami tanggung penuh melalui subsidi daerah,” jelasnya.
Rahmad menambahkan, sekolah swasta yang bermitra dengan Pemkot tidak diperbolehkan menarik biaya uang pangkal, gedung, atau SPP kepada siswa penerima program. Skema ini dinilai efektif untuk mengatasi keterbatasan kursi di sekolah negeri tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Selain fokus pada pemerataan akses, Rahmad juga meminta agar seluruh proses PPDB dijalankan secara transparan. Ia memperingatkan agar tidak ada praktik “titipan” maupun pungutan liar dalam proses pendaftaran.
“Kalau ada yang bermain-main titip menitip, apalagi sampai bayar-bayar, segera laporkan. Kami akan tindak tegas. Ini menyangkut hak anak-anak kita,” katanya.
Ke depan, Pemkot juga menyiapkan pembangunan SMA negeri baru agar akses pendidikan tingkat atas juga semakin luas. “InsyaAllah tahun depan kita bangun SMA baru. Pendidikan harus maju di Kota Balikpapan,” pungkasnya.
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pemkot Balikpapan dalam mewujudkan pendidikan inklusif, merata, dan berkualitas—sebuah fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia unggul untuk masa depan kota. (Adv/Diskominfo/BPP)
