GARVI.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memastikan program seragam sekolah gratis tetap berjalan pada tahun ajaran 2026/2027, meski di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan ukuran dan jumlah siswa baru, khususnya untuk jenjang SMP.
“Kami masih dalam tahap pendataan ukuran dan jumlah siswa. Proses pemesanan juga sudah berjalan untuk dipakai pada Juni atau Juli 2026, seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Irfan, Selasa (24/2/2026).
Ia menegaskan, program seragam gratis merupakan prioritas pemerintah kota sehingga tidak terdampak pemotongan anggaran.
“Program ini tetap jalan. Seketat apa pun anggaran, ini yang didahulukan karena menjadi prioritas Pak Wali,” tegasnya.
Untuk tahun ajaran 2025/2026, Pemkot Balikpapan menyiapkan sekitar 92.000 stel seragam bagi siswa baru jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik di sekolah negeri maupun swasta. Setiap siswa akan menerima tiga jenis seragam, yakni seragam nasional (merah putih untuk SD dan putih biru untuk SMP), batik, serta pramuka. Total anggaran yang dialokasikan untuk program ini mencapai sekitar Rp20 miliar.
Sementara untuk tahun ajaran 2026/2027, Disdik memperkirakan akan ada penambahan sekitar 100 hingga 200 pasang seragam, menyesuaikan jumlah peserta didik baru. Meski ada penyesuaian jumlah, setiap siswa tetap menerima tiga stel seragam.
Irfan menambahkan, meskipun terjadi pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) dari pemerintah pusat, sejumlah program prioritas pendidikan tetap dipertahankan. Selain seragam gratis, program SPP gratis dan subsidi SPP juga tetap berjalan, termasuk tunjangan tambahan penghasilan bagi guru.
“Walaupun ada efisiensi anggaran dari pusat, program prioritas pendidikan di Balikpapan tetap berjalan. SPP gratis masih ada, subsidi SPP masih, tunjangan tambahan penghasilan guru juga tetap,” katanya.
Tak hanya itu, Pemkot Balikpapan juga melanjutkan dukungan terhadap sekolah swasta. Pada tahun ajaran sebelumnya, terdapat 13 sekolah swasta yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota. Jumlah tersebut berpotensi bertambah pada tahun ajaran baru, bergantung pada kebutuhan dan kondisi di lapangan.
“Tahun lalu ada 13 sekolah swasta yang kita dukung penuh. Tahun ajaran baru ini bisa saja bertambah, tergantung situasi dan kondisi,” pungkas Irfan. (Adv/Diskominfo/Bpp)













