Penempatan Kursi Sultan Kutai di Acara RDMP Tuai Kritik Publik

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Penempatan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, di barisan belakang saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan terus menuai kritik publik, khususnya di Kalimantan Timur. Insiden itu bahkan mendapat teguran langsung dari Presiden Prabowo dalam acara tersebut.

Ketua Yayasan Abdi Suaka Lembuswana, H. Marwan, menilai penataan tempat duduk tersebut sebagai kekeliruan serius yang tidak semestinya terjadi dalam agenda kenegaraan.

“Ini sangat disayangkan. Kejadian seperti ini seharusnya tidak terulang, apalagi sampai Presiden harus menegur panitia,” kata Marwan saat ditemui, Rabu (14/1/2026).

Didampingi penasihat hukumnya, Daniel Richardo Sitinjak, Marwan meminta panitia penyelenggara segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada pihak Kerajaan Kutai Kartanegara.

“Protokoler pusat hanya menyesuaikan. Yang paling tahu daftar undangan dan tata tempat duduk adalah panitia lokal. Masa tidak memahami posisi dan sejarah panjang Kesultanan Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Marwan yang merupakan kerabat keluarga Kesultanan Kutai Kartanegara menegaskan, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Ia menyebut pihaknya siap menempuh jalur hukum bila tidak ada itikad baik dari penyelenggara.

“Kalau tidak ada permintaan maaf, kami akan mempertimbangkan langkah hukum. Ini bukan soal pribadi, tapi soal penghormatan terhadap sejarah,” tegasnya. (/*)