Perbaikan Sanitasi dan Lingkungan Jadi Fokus Upaya Puskesmas Karang Jati Tekan Stunting

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Selain intervensi gizi, Puskesmas Karang Jati terus memperkuat edukasi mengenai pentingnya sanitasi sehat sebagai cara menekan angka stunting di wilayah tersebut. Sejumlah keluarga masih menghadapi kendala sanitasi, baik terkait air bersih maupun kondisi rumah.

Dokter Puskesmas Karang Jati, dr. Niken Dayu Anggraini MARS, menjelaskan bahwa stunting tidak hanya disebabkan kurangnya nutrisi, tetapi juga erat kaitannya dengan kondisi lingkungan.

“Lingkungan yang kurang bersih dapat membuat anak lebih mudah terkena infeksi. Jika infeksi berulang, pertumbuhan anak bisa terhambat,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Beberapa kasus anak yang mengalami infeksi, termasuk TBC, ditemukan turut memengaruhi tumbuh kembang. Puskesmas kemudian memperkuat upaya skrining penyakit, memberikan edukasi kebersihan rumah, serta mendorong keluarga untuk memperbaiki sanitasi secara bertahap.

“Kami memberikan arahan agar rumah mendapat sirkulasi udara yang baik, tetap kering, dan bebas kelembapan,” jelas dr. Niken.

Selain itu, kader Posyandu memberikan penyuluhan mengenai penggunaan jamban sehat, cara menyimpan air bersih, dan pentingnya mencuci tangan dengan benar. Edukasi ini dilakukan secara rutin pada kegiatan Posyandu dan kunjungan rumah.

“Kami ingin keluarga memahami bahwa perbaikan sanitasi menjadi bagian dari upaya kesehatan anak,” tambahnya.

Puskesmas juga mengharapkan dukungan lintas sektor, seperti RT dan kelurahan, untuk membantu memperbaiki sarana lingkungan bagi warga yang membutuhkan.

“Sanitasi memerlukan dukungan bersama. Kami berharap pihak lingkungan dapat membantu keluarga yang masih memiliki kendala,” kata dr. Niken.

Ia menegaskan, bila intervensi gizi berjalan seiring dengan perbaikan sanitasi, hasilnya akan jauh lebih maksimal.

“Gizi yang baik perlu ditunjang lingkungan sehat. Keduanya tidak bisa dipisahkan,” tuturnya.

Puskesmas Karang Jati berharap kegiatan edukasi dan pendampingan yang telah dilakukan dapat membawa perubahan positif. Dengan kolaborasi bersama masyarakat dan kader, pihaknya optimistis angka stunting di wilayah tersebut dapat terus menurun. (Adv/Puskesmas/Bpp)