Perempuan Ditemukan Meninggal di Borneo Bay Balikpapan, Diduga Loncat dari Gedung

GARVI.ID, BALIKPAPAN – Seorang perempuan berinisial SR (33) ditemukan meninggal dunia di area Apartemen Borneo Bay, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Klandasan Ilir, Kecamatan Balikpapan Kota, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Perempuan tersebut diduga melompat dari gedung apartemen. Namun, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab serta rangkaian kejadian yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy melalui Kasi Humas Polresta Balikpapan Ipda Sangidun mengatakan, laporan mengenai kejadian tersebut diterima melalui layanan Hotline 110. Personel Pamapta dan piket fungsi kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah menerima laporan, personel segera mendatangi lokasi, mengamankan TKP, melakukan olah TKP, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” kata Sangidun.

Berdasarkan keterangan awal, kejadian diketahui setelah petugas keamanan apartemen mendengar suara benturan di area sekitar gedung. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan menemukan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia.

Personel Pamapta bersama Inafis Satreskrim Polresta Balikpapan selanjutnya melakukan pemeriksaan dan dokumentasi di lokasi. Polisi juga mengumpulkan sejumlah barang bukti serta meminta keterangan dari saksi-saksi.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo untuk menjalani pemeriksaan medis sesuai prosedur.

Polisi juga memeriksa rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.

“Tim Satreskrim Polresta Balikpapan masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab dan latar belakang kejadian tersebut,” ujar Sangidun.

Hingga saat ini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab pasti korban meninggal dunia. Dugaan korban melompat dari gedung masih didalami melalui pemeriksaan TKP, CCTV, keterangan saksi, serta pemeriksaan medis.

Polresta Balikpapan turut mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan foto maupun video korban sebagai bentuk penghormatan dan empati kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan foto atau video korban sebagai bentuk empati,” demikian imbauan Polresta Balikpapan.

Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kembali oleh kepolisian setelah proses pemeriksaan lebih lanjut. (/*)