GARVI.ID, PPU – Dalam peringatan Hari Pangan Sedunia ke-44 yang berlangsung di halaman Kelurahan Penajam, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyalurkan bantuan pangan kepada 10.618 keluarga dan 360 balita yang mengalami gizi kurang. Kegiatan ini digelar pada Rabu (16/10) sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan.
Kepala Dinas Ketapang PPU, Mulyono, menyampaikan bahwa selain penyaluran bantuan pangan, pihaknya juga mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau. Langkah ini, menurutnya, merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di tengah tantangan ekonomi.
“Peringatan Hari Pangan Sedunia ini penting karena mengingatkan kita bahwa ketahanan suatu negara sangat bergantung pada kemampuan menyediakan kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah terus berupaya agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka dengan lebih mudah,” ujar Mulyono.
Ia menambahkan bahwa program Gerakan Pangan Murah (GPM) berfokus pada penyediaan bahan pokok seperti beras, dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar umum. Inisiatif ini diharapkan bisa membantu meringankan beban ekonomi masyarakat yang semakin tinggi.
“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama yang kurang mampu, bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan mudah dan terjangkau, sehingga kesejahteraan mereka dapat lebih terjaga,” lanjutnya.
Menurut Mulyono, sekitar 15 tenan ikut berpartisipasi dalam GPM ini, yang didukung oleh berbagai pihak seperti Perum Bulog, Bank Indonesia, Bankaltimtara, serta pedagang ritel dan distributor pangan. Partisipasi dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pangan, petani, dan peternak lokal juga memberikan kontribusi penting dalam acara ini.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk UMKM, petani, dan peternak lokal. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus memotivasi semua pihak untuk berinovasi dalam penyediaan pangan yang berkualitas dan berkelanjutan bagi masyarakat di PPU,” tutup Mulyono. (Adv/PPU)
