Puskesmas Karang Rejo Gelar 20 Kelas Ibu Balita Sepanjang 2025, Fokus pada Tumbuh Kembang dan Pencegahan Stunting

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Rejo terus memperkuat edukasi kesehatan bagi orang tua melalui program Kelas Ibu Balita, yang menyasar anak usia 0–5 tahun di wilayah setempat. Hingga November 2025, total sudah 20 kali kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap bulan di berbagai posyandu.

Penanggung Jawab Program Anak Puskesmas Karang Rejo, Anisatun Afifah, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar tiga hingga empat kali dalam sebulan sebelum proses penimbangan dan pengukuran rutin posyandu.

“Sebelum penimbangan, biasanya kita kumpulkan dulu ibu-ibu balita untuk diskusi dan sharing materi terkait kesehatan anak. Setelah itu baru dilanjutkan ke kegiatan posyandu,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).

Materi yang disampaikan beragam, mulai dari tumbuh kembang anak, kesehatan gizi, hingga isu kesehatan yang sedang meningkat, seperti campak. “Topik yang dibahas biasanya disesuaikan dengan kondisi terkini. Waktu kasus campak naik, kami juga bawakan materinya supaya orang tua lebih waspada,” tambah Anisatun.

Selama penyelenggaraan kelas, berbagai pertanyaan dan konsultasi dari orang tua muncul, terutama terkait kenaikan berat badan, pemberian MP-ASI, serta stimulasi tumbuh kembang.

“Yang paling sering ditanyakan itu soal MP-ASI, berat badan tidak naik, atau kemampuan anak yang belum sesuai usia. Di situ kita jelaskan tentang stimulasi dan pola makan yang tepat,” jelasnya.

Program ini juga berkontribusi pada upaya pencegahan stunting di wilayah Karang Rejo. Menurut Anisatun, beberapa kasus balita dengan kenaikan berat badan yang kurang sudah mendapat intervensi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan pendampingan gizi.

“Anak-anak yang berat badannya tidak naik sudah kami tangani. Biasanya langsung kami konsultasikan ke ahli gizi untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa peserta kelas Ibu Balita datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari ibu muda hingga ibu dengan usia lebih matang. Keragaman peserta menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap edukasi kesehatan anak.

“Pesertanya beragam, ada yang usia 25 tahun, ada juga yang 36 tahun ke atas. Semua antusias karena informasi seperti ini memang dibutuhkan,” kata Anisatun.

Melalui kegiatan rutin ini, Puskesmas Karang Rejo berharap kualitas tumbuh kembang anak di wilayahnya dapat terus meningkat, sekaligus menekan risiko stunting melalui edukasi yang tepat bagi orang tua. (Adv/Puskesmas/Bpp)