GARVI.ID, BALIKPAPAN – Upaya penanganan gangguan jiwa di wilayah Karang Rejo terus diperkuat melalui pendekatan yang lebih humanis. Puskesmas Karang Rejo memastikan program pendampingan pasien berjalan berkelanjutan, terutama dalam hal pemantauan minum obat dan dukungan keluarga sebagai lingkungan terdekat pasien.
Dokter Umum Puskesmas Karang Rejo, dr. Ivan Garibaldi, menjelaskan bahwa program ini sudah berjalan sejak lama dan menjadi bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan pendampingan sangat bergantung pada keterlibatan keluarga.
“Yang terpenting adalah bagaimana keluarga ikut membantu menekan angka kekambuhan. Peran keluarga itu kunci,” tuturnya, Senin (17/11/2025).
Selain memastikan kepatuhan terapi, puskesmas juga rutin memberikan edukasi mengenai cara memberikan dukungan emosional, memahami gejala kekambuhan, hingga menciptakan lingkungan rumah yang aman dan nyaman bagi pasien.
Tak hanya fokus pada orang dewasa, Puskesmas Karang Rejo juga memiliki program kesehatan mental bagi anak dan remaja. Program ini dilakukan melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah tersebut.
“Kami sering turun ke sekolah untuk kegiatan kuesioner, konseling di ruang BP, dan pendampingan bersama guru BK,” jelas Ivan.
Kasus yang paling banyak ditemui adalah konflik antar pelajar dan bullying. Meski jumlah pastinya masih menunggu rekap akhir tahun, kasus baru selalu ditemukan setiap tahunnya. Fenomena bullying ini disebut berkaitan erat dengan situasi di lingkungan keluarga.
“Biasanya pola itu terbawa dari rumah. Kalau anak sering mendapat perlakuan keras di rumah, ia bisa menirukan hal itu ke teman sebayanya,” tambahnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, puskesmas berkolaborasi dengan guru BK, orang tua, serta pihak sekolah untuk memberikan pembinaan berkelanjutan. Pendekatannya lebih mengedepankan pemahaman dan perubahan perilaku, bukan sekadar penindakan.
Upaya yang dilakukan Puskesmas Karang Rejo ini diharapkan tidak hanya membantu mengendalikan kasus gangguan jiwa, tetapi juga menciptakan lingkungan sosial yang lebih sehat bagi anak dan remaja di wilayah tersebut.
Dengan pendekatan yang lebih dekat kepada masyarakat, puskesmas optimistis bahwa dukungan keluarga dan sekolah akan menjadi fondasi kuat dalam menjaga kesehatan mental warga Karang Rejo. (Adv/Puskesmas/Bpp)











