Puskesmas Karang Rejo Tingkatkan Kewaspadaan Usai Temukan 10 Kasus Campak Sepanjang Tahun

GARVI.ID, BALIKPAPAN — Puskesmas Karang Rejo terus memperkuat pemantauan kesehatan masyarakat menyusul meningkatnya temuan kasus campak di wilayah setempat sepanjang 2025. Sejak Januari hingga Juli, petugas mencatat delapan kasus positif, dan pada Oktober kembali ditemukan dua kasus baru sehingga totalnya menjadi 10 pasien.

Perawat Surveilans Puskesmas Karang Rejo, Anggraini Emiliawati, mengatakan seluruh pasien yang ditemui sudah mendapatkan penanganan sesuai standar. “Delapan kasus pertama semuanya terkonfirmasi positif, lalu pada Oktober kami menemukan dua lagi. Penanganannya kami lakukan secara menyeluruh agar tidak terjadi penularan lebih lanjut,” ujarnya saat ditemui Selasa (25/11/2025).

Sebagai langkah antisipasi, tim surveilans langsung melakukan kunjungan ke rumah pasien untuk memastikan kondisi lingkungan sekitar dan mencari potensi penularan. “Kami turun ke lapangan untuk penyelidikan epidemiologi. Kami cek apakah ada warga yang mengalami gejala serupa dan melihat kembali status imunisasi pasien,” jelasnya.

Rentang usia pasien pun cukup beragam, mulai dari empat bulan hingga 17 tahun. Beberapa faktor yang menyebabkan munculnya kasus antara lain imunisasi yang belum lengkap serta paparan dari lingkungan sekitar. Meski begitu, seluruh pasien telah mendapatkan layanan kesehatan, termasuk pemberian vitamin A dan obat-obatan sesuai gejala.

Salah satu pasien bayi berusia empat bulan sempat dirujuk ke spesialis anak karena batuk berat, namun telah pulang dan dinyatakan membaik. “Alhamdulillah kondisi bayi tersebut sudah jauh lebih baik dan sudah kembali ke rumah,” kata Anggraini.

Hingga saat ini, Puskesmas Karang Rejo belum kembali menemukan kasus campak baru. Meski begitu, Anggraini mengimbau masyarakat tetap memperhatikan tanda-tanda awal seperti ruam merah, demam, batuk, pilek, dan mata merah. Ia juga mendorong orang tua untuk melengkapi imunisasi anak.

“Jika mulai muncul gejala, segera periksa ke fasilitas kesehatan dan hindari kontak dekat dengan orang lain. Pastikan imunisasi anak lengkap agar mereka lebih terlindungi,” pesannya.

Melalui kolaborasi antara fasilitas kesehatan, media, dan masyarakat, Puskesmas Karang Rejo berharap upaya pencegahan dan edukasi dapat berjalan lebih optimal dalam menekan risiko penularan campak di Balikpapan. (Adv/Puskesmas/Bpp)