Realisasi PAD Pajak di Penajam Paser Utara Capai 60 Persen, Pajak Hotel dan Restoran Melebihi Target

GARVI.ID, PPU – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dari sektor pajak tercatat telah mencapai 60 persen dari target tahunan. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) PPU, Hadi Saputro, mengungkapkan capaian ini saat ditemui di kantornya pada Jumat (1/11. Dari target PAD sebesar Rp49 miliar, perolehan hingga saat ini mencapai Rp28 miliar.

“Kami masih menunggu beberapa Wajib Pajak (WP) besar, khususnya perusahaan seperti Pertamina. Potensi dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Pertamina sendiri hampir mencapai Rp5 miliar,” jelas Hadi. Ia menambahkan bahwa pembayaran PBB sering kali dilakukan mendekati akhir tahun, terutama oleh masyarakat.

Untuk jenis pajak lainnya, seperti pajak restoran, hotel, listrik, BPHTB, air, dan galian C, Hadi menyebutkan bahwa realisasinya berjalan normal. “Secara keseluruhan, capaian pajak sudah cukup baik. Pajak restoran dan hotel bahkan menunjukkan angka realisasi tertinggi,” katanya.

Berdasarkan rincian, pajak restoran atau rumah makan sudah mencapai hampir 120 persen dari target, sementara pajak hotel berada di angka 118 persen, dan pajak reklame mencapai 112 persen. “Pajak hiburan juga sudah mencapai sekitar 90 persen. Masih ada waktu dua bulan, dan kami optimis akan mencapai target akhir tahun,” ujar Hadi.

Namun, Hadi menjelaskan bahwa target untuk Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mengalami hambatan. Awalnya, target BPHTB cukup tinggi dengan harapan dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN), namun adanya kebijakan insentif BPHTB nol persen bagi investasi di IKN melalui Perpres 75 membuat potensi pendapatan dari sektor ini menurun.

“Jika kebijakan nol persen untuk investasi di IKN tidak diterapkan, capaian BPHTB bisa jauh lebih besar. Ini cukup berpengaruh pada realisasi target,” tambahnya.

Selain itu, pajak dari sektor sarang burung walet juga belum optimal. Menurut Hadi, salah satu kendala adalah migrasi burung walet yang mengurangi hasil panen, sehingga berpengaruh pada realisasi pajaknya.

Dengan dua bulan tersisa, Hadi optimis bahwa target PAD tahun ini dapat dicapai, terutama dengan potensi yang masih ada dari beberapa sektor pajak utama. (Adv/PPU)